Pejabat Publik yang Dipilih Rakyat adalah Pelayan 

oleh
Reses Anggota DPRD Tapsel M Rawi Ritonga di Huta Pohan, Desa Pintu Padang Mandalasena. (Amran Pohan/Posmetromedancom)

POSMETROMEDAN.com – Pejabat publik atau pemimpin yang dipilih rakyat itu harus mampu menjadikan rakyat sebagai urat nadi kehidupan dalam membangun daerah. Juga harus senantiasa merakyat, mendengar aspirasi dan melayani rakyat, karena jabatan publik hakikatnya adalah milik rakyat, bukan jabatan untuk gagah-gagahan.

Hal itu disampaikan Tokoh Masyarakat (tomas) Sumatera Utara (Sumut) H Syahrul M Pasaribu, SH yang diminta Anggota DPRD Tapsel M Rawi Ritonga hadir bersamanya pada reses, masa sidang 1 tahun 2022-2023, di Huta Pohan, Desa Pintu Padang Mandalasena Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH), Minggu (14/11/2022) lalu.

“Harus ingat, bahwa kita jadi pemimpin atau pejabat publik karena rakyat. Maka kembalilah kerakyat, gunakan segala kemampuan untuk melayani rakyat. Harus di ingat darimana kepemimpinan itu berasal, jangan seperti kacang lupa pada kulitnya,” ungkap Syahrul, Bupati Tapsel periode 2010-2015 dan 2016-2021.

Disampaikan, dalam memberhasilkan pembangunan daerah, seorang pemimpin atau pejabat yang dipilih rakyat, harus memiliki kepekaan pada kepentingan rakyat dan juga memiliki jaringan kepemerintah atasan, selalu menjalin kerjasama dengan semua stakeholders, sehingga mampu mendaratkan berbagai program pembangunan di daerah.

“Membangun daerah itu, tak cukup jika mengandalkan APBD saja,” ucapnya.

Disebut, jika hanya mengandalkan APBD saat memimpin Tapsel, tentu akselerasi  pembangunan didaerah, yang begitu luas dengan topografi yang beragam, tentu akan sulit dilakukan. Namun, dengan menjalin hubungan kepada pemerintah atasan secara intensif, berbagai program pembangunan bisa didaratkan dari APBD Provinsi dan APBN di Tapsel.

BACA JUGA..  Dandim 0204 / DS, Nobar Final Piala Dunia 2026 Bareng Ratusan Warga

“Itulah yang saya lakoni sejak dipercayai rakyat memimpin daerah ini 2 periode. Tapsel juga menerima DID/Dana Rakca dari APBN sebanyak tujuh kali yakni selama opini WTP dari BPK RI  yang juga tujuh tahun berturut-turut, dana itu dimasukkan ke APBD, lalu digunakan untuk pembangunan sesuai program yang disusun untuk mencapai target sebagaimana tertuang dalam RPJMD , termasuk untuk membangun jembatan menuju Tambiski diwilayah ini,” ungkap Syahrul yang juga mantan Anggota DPRD Medan dan Anggota DPRD Sumut itu.

Disampaikan, dalam upaya mendaratkan pembangunan dari APBD Provinsi dan APBN, selain untuk jalan, perumahan, pasar, sekolah dan fasilitas kesehatan, juga ada pembangkit listrik PLTMH dan PLTS Terpusat.

Demikian juga dalam menjalankan program yang sudah ditampung dalam APBD, agar dilaksanakan secara taat azas, tepat waktu, tepat sasaran serta mengikuti regulasi yang berlaku. Kalau prinsip seperti itu dilaksanakan yakinlah kesejahteraan (IPM) dari waktu kewaktu akan meningkat secara signifikan seperti pada periode kedua kepemimpinannya 2016-2020 rata-rata meningkat atau tumbuh 0,50 poin dan kemiskinan terus dapat berkurang yang rata-rata 0,58 persen selama lima tahun kepemimpinan Syahrul pada periode kedua.

BACA JUGA..  Panggilan Tipikor Sejumlah Pejabat Kebun Sei Putih PTPN-IV Mangkir

“Disamping itu masih ada program bedah rumah. Ada juga program PISEW, P3TGAI dan program lainnnya. Jika Pemimpin  Daerah atau  Anggota DPRD itu lincah dan mau memanfaatkan jaringan kepemerintah atasan, tentu akan semakin banyak program pembangunan didaerah yang dilaksanakan tanpa membebani anggaran yang dimiliki. Dan, adinda Rawi telah melakoni ini sejak dilantik tahun 2019 menjadi Anggota DPRD Tapsel,” ungkap Syahrul Pasaribu yang juga Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Sumut itu.

Pada kesempatan itu, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Pintu Padang Mandalasena, Martua Raja Simbolon dan Baginda Lubuk Godang Simbolon menyebut, berbagai sentuhan pembangunan selama kepemimpinan H Syahrul Pasaribu, telah dirasakan rakyat, khususnya diwilayah Mandalasena. Walau diakui masih ada keinginan dan harapan yang belum tertuntaskan. Namun, program PISEW, P3TGAI dan bedah rumah sangat menyentuh dan diharapkan ada kelanjutan ditahun mendatang.

“Mudah-mudahan H.Syahrul Pasaribu mencalon Anggota DPR RI dan untuk itu kami sekawasan Mandalasena ini siap mendukung dan memenangkannya, agar program pembangunan seperti ini (bedah rumah) maupun program pembangunan lainnya terus berlanjut dan semakin gencar,” harap mereka, seraya menegaskan Syahrul Pasaribu dikenal sebagai sosok Bapak Pembangunan, dan selalu dekat dengan rakyatnya saat memimpin.

BACA JUGA..  Plt Bupati Dukung Lahirnya Polisi Pengayom Masyarakat

M Rawi Ritonga Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Tapsel, dalam sambutannya mengatakan, beberapa aspirasi rakyat yang dihimpun dari reses ini, diantaranya harga dan ketersediaan pupuk untuk petani, khususnya pupuk bersubsidi akan disampaikan pada rapat paripurna dewan.

“Selain itu, aspirasi terkait lanjutan pembangunan jalan, pertanian, pendidikan dan  kesehatan akan diperjuangkan dimasa mendatang agar ditampung di APBD Tapsel seraya berterimakasih kepada bang Syahrul Pasaribu yang selalu bersedia mengajari Saya dan juga turut hadir pada reses ini,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, M Rawi Ritonga juga turut meminta Syahrul Pasaribu, agar bersedia mencalon di DPR RI sebagaimana juga harapan masyarakat Kecamatan SDH.

“Aspirasi dan usulan pembangunan, akan kita perjuangkan ke eksekutif,” tegasnya, seraya menyebut, terkait pupuk dan tower telekomunikasi akan mencoba mencari cara untuk mewujutkan harapan warga tersebut.

“Sedangkan program bedah rumah, akan terus menjalin hubungan dengan pemerintah atasan, agar berbagai program pembangunan  diluar APBD bisa mendarat didaerah kita dan dinikmati rakyat secara langsung,” pungkasnya. (*)

Reporter: Amran Pohan
Editor: Maranatha Tobing