Wali Kota Sibolga Waspadai Pembelian Bahan Pokok Berlebihan

oleh
Wali Kota Sibolga, Jamaluddin Pohan memimpin Rakor TPID Sibolga. (Aris Barasa/Posmetromedan.com)

POSMETROMEDAN.com – Wali Kota Sibolga, Jamaluddin Pohan meminta warga terhusus yang memiliki uang berlebih tidak membeli bahan pokok secara berlebihan. Jika hal tersebut terjadi dihawatirkan terjadi kelangkahan pasokan dan terjadinya inflasi.

“Silakan beli secukupnya saja, karena orang lain juga sangat membutuhkan bahan pokok, termasuk warga kita yang berasal dari keluarga kurang mampu,” kata Jamal Pohan usai memimpin Rakor Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di kantornya, Kamis (1/9/2022).

Terhadap pedagang nakal yang kedapatan melakukan aksi penimbunan barang, Pemko Sibolga akan bertindak tegas mencabut izin usahanya.

BACA JUGA..  Pilkada Deliserdang Kurang Diminati Calon Perseorangan

Jamal mengatakan, Pemko Sibolga bersama Bank Indonesia bekerja sama dengan lintas sektoral akan terus berupaya maksimal untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan pokok masyarakat melalui berbagai bauran kebijakan.

Salah satunya, memutus panjangnya mata rantai perdagangan bahan pokok melalui kerja sama dengan pemerintah daerah produsen atau government to government (G to G). Hal ini pernah dilakukan Pemko Sibolga dengan Pemkab Humbahas dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

BACA JUGA..  Peran Pengusaha & Pemuda Bangun Demokrasi Didiskusikan HIPMI Langkat

Deputi Kepala Perwakilan BI Sibolga, Jonataruli Sidabalok, menambahkan, sejak beberapa tahun ini pihaknya telah menginisiasi kerja sama secara government to government (G to G) dan juga business to business (B to B).

“Pada 2021 yang lalu, kami sudah mempertemukan klaster cabai merah di Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara dengan pedagang besar di Pasar Sibolga Nauli. Terdapat tiga kali transaksi, tapi bukan melalui jalur G to G, melainkan secara B to B,” kata Jona.

BACA JUGA..  Laporan Keuangan 2024, Pemkab Langkat Targetkan WTP

Tahun 2022 ini, Bank Indonesia juga akan memfasilitasi dengan memberikan bantuan untuk biaya transportasinya, supaya harga komoditi tersebut tetap stabil.

Pihaknya juga akan memperluas jaringan kerja sama G to G dan B to B ini agar Kota Sibolga tidak tergantung hanya kepada satu daerah produsen saja.

“Diawali dengan fasilitasi MoU dulu, tentunya. Nanti kita lihat kebutuhannya seperti apa, tergantung situasinya,” kata dia. (*)

Reporter : Aris Barasa
Editor: Maranatha Tobing