POSMETROMEDAN.com – Sipirok Narobi Peduli melalui Amir Syam Rangkuti dan Muklis Hutasuhut meyerahkan kunci rumah kepada Rudi Siregar (32) warga Bagas Godang, Kelurahan Sipirok Godang, Kecamatan Sipirok, Senin (15/8/2022).
Amir Syam Rangkuti menyebutkan, setelah rampungnya pelaksanaan bedah rumah, yang digagas dan dibiayai oleh perantau asal Sipirok sekitarnya, yang tergabung dalam Group WA Sipirok Narobi, maka rumah itu diserahkan kembali kepada pemiliknya.
“Awalnya kita melintas dan melihat kondisi rumah saat itu perlu uluran tangan. Lalu, mengusulkan aksi penggalangan dana lewat grup WA untuk bedah rumah ini. Namun salah seorang perantau asal Sipirok, menyanggupi seluruh biaya renovasinya, sehingga tuntas seperti saat ini. Atas nama saudara kita yang tak mau disebut namanya, saya menyerahkan rumah ini. Harapannya, selain tempat tinggal, jadikanlah rumah ini yang bermanfaat dan sebagai ladang ibadah,” pesannya.
Hal senada juga diutarakan Muklis Hutasuhut. Menurutnya, tak semua orang bisa mendapatkan bedah rumah seperti itu. Sehingga, patut disyukuri karena semua itu sudah menjadi ketentuan dan rizki dari Allah Subhanahu Wata’ala.
“Tingkatkanlah amal ibadahmu bere, sebagai wujud kesyukuranmu pada Allah. Apalagi, rumah ini begitu dekat dengan Mesjid (Sri Alam Dunia). Usahakan, jangan meninggalkan sembahyang,” pesannya.
Pada kesempatan itu, Rudi Siregar menyampaikan terima kasih kepada Group Sipirok Narobi yang menunjukkan kepedulian nyata ditengah warga.
“Semoga orang orang baik yang ada di Sipirok Narobi, murah riski dan selalu dalam lindungan Allah,” ungkapnya.
Amatan wartawan, penyerahan kunci itu, sekaligus dirangkai dengan memasuki rumah baru, untuk Rudi Siregar bersama istri dan tiga anaknya, disaksikan kerabat dan Tokoh Adat Sipirok Godang.
Pada wartawan Amirsyam menyebut, aksi bedah rumah yang diserahkan ini merupakan yang ketiga dari Sipirok Narobi Peduli. Pertama rumah Rahman Siregar yang tinggal digubuk kumuh bersama istri dan anaknya disekitar Pasar Sipirok. Melihat kondisi itu, akhirnya penghuni Group Sipirok Narobi banyak yang terpanggil untuk menuntaskan rumah tak layak huni bagi warga itu.
“Kita tak mungkin membiarkan saudara kita tinggal digubuk tak layak huni seperti itu. Memang mereka tak punya tempat tinggal. Terpaksa digubuk berdinding terpal itu. Lalu kita gugah kawan- kawan lewat group. Dananya terkumpul. Tanahnya kita beli, dan kita bangun rumah yang lebih layak dilengkapi listrik dan kamar mandi,” terangnya.
Rumah kedua sebut Amir Syam, adalah milik almarhum Ismail Siregar, yang terbakar. Posisinya memang tepat disamping komplek Kantor Bupati Tapsel. Namun, aksi perbaikan tak kunjung ada, sekalipun keluarga itu terus menompang.
“Kitapun bergerak mengusulkan penggalangan dana untuk pembangunan rumah untuk saudara kita itu,” ungkapnya.
Disebut, pada dasarnya aksi peduli itu merupakan semangat dari Marsipature Hutana be, yang diwariskan Almarhum Raja Inal Siregar.
“Selain bedah rumah, Group Sipirok Narobi juga menggalang dana secara suka rela untuk kegiatan bakti sosial seperti bagi sembako, dan juga membantu pembangunan rumah ibadah,” pungkasnya. (*)
Reporter: Amran Pohan
Editor: Maranatha Tobing












