Disdik Medan Diminta Segera Tetapkan Penempatan Guru Honor, Rajudin Sagala: Jangan Ada Pemecatan

oleh
Wakil Ketua DPRD Medan H Rajudin Sagala S.PdI. (Budi Hariadi/Posmetromedan.com)

POSMETROMEDAN.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan  diminta segera selesaikan masalah penempatan guru honor yang tergusur karena kalah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian  Kerja (P3K). Begitu juga bagi guru honor yang lulus P3K supaya segera mendapat tempat baru mengajar.

“Disdik Medan harus segera melakukan pendataan mana sekolah yang butuh dan harus mengakomodir guru yang tidak lulus. Jangan sampai ada guru honor yang dipecat,” tegas Wakil Ketua DPRD Medan H Rajudin Sagala S.PdI kepada wartawan, Rabu (24/8).

Dikatakan Rajudin Sagala asal politi PKS  itu, Disdik Medan jangan berlarut larut melakukan pendataan. Sehingga para guru honor tidak resah dan tercipta suasana kondusif di lingkungan pendidikan.

BACA JUGA..  DPRD Minta Pemko Pastikan Seluruh Pos Siskamling Aktif

“Tidak sulit untuk mengakomodir para guru honor yang lulus P3K dan yang tidak lulus. Setiap Kepala Sekolah cukup berbagi jam mengajar saja tanpa dikeluarkan dari sekolah,” saran Rajudin.

Sebab kata Rajudin lagi, para guru honor yang kalah P3K tetap terdaftar sebelumnya dan memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) di Disdik Medan. “Artinya, guru honor tersebut tetap mendapat gaji yang ditanggung APBD Pemko Medan. Sedangkan yang lulus P3K akan mendapat gaji baru sebagai guru P3K,” tambah Rajudin.

BACA JUGA..  Wali Kota Medan Tinjau Jembatan Perlintasan KA di Gang Damai

Maka, kata Rajudin lagi, guru honor yang tidak lulus sangat berpeluang mendapat tambahan gaji honor setiap bulannya karena APBD Pemko Medan sangat mencukupi. “Kita berpesan kepada Disdik Medan tidak sekedar minta jangan dilakukan pemecatan tetapi harus menambah jumlah gaji honorer,” imbuh Rajudin.

Pada kesempatan itu, Rajudin mengingatkan pejabat dan Kepala Sekolah di lingkungan Disdik Medan untuk sementara jangan ada penerimaan tenaga guru honor. Karena ada indikasi, upaya pemecatan guru honor karena ada oknum yang ingin mengangkat guru honor baru.

BACA JUGA..  Rico Waas Dorong Kemudahan Sertifikasi Halal Bagi Pelaku UMKM

Selain itu tambah Rajudin, indikasi oknum ingin menyalahgunakan dana BOS dan dana insentif APBD. “Indikasi buruk itu harus diantisipasi,” tandas Rajudin.

Dikatakan Rajudin, ada sekitar 300-an guru honor yang lulus P3K belum mendapat tempat mengajar. Sedangkan yang tergusur dari sekolah tempat awal kerja karena kalah P3K sekitar 600-an. (*)

Reporter: Budi Hariadi
Editor: Maranatha Tobing