Pahami, Ini Cara Gunakan Engine Brake yang Aman

oleh
Touring mengendarai sepeda motor sanhat dituntut memahami cara menggunakan Engine Brake yang Aman, agar berkendara tetap nyaman dan terhindar dari berbagai kemungkinan hal buruk. (AHM for Posmetromedan.com)

POSMETROMEDAN.com – Sebagai salah satu teknik dasar berkendara, pengereman menjadi hal yang sangat penting untuk terciptanya berkendara aman dan nyaman di jalan. Namun ternyata, untuk menurunkan kecepatan sepeda motor menggunakan rem saja kadang tidak cukup.

Apalagi saat kondisi darurat, dimana seorang pengendara harus mampu memperlambat laju motornya dengan mulus dan aman dalam jarak dan waktu yang pendek.

Engine brake sendiri adalah proses memperlambat kecepatan sepeda motor dengan menggunakan putaran mesin ketika transmisi diturunkan ke gigi lebih rendah. Teknik ini berguna untuk membantu kerja rem dalam menahan daya dorong sepeda motor. Penggunaan engine brake sebaiknya pada kondisi tertentu saja, seperti saat melewati jalan menurun yang cukup ekstrim dan panjang.

BACA JUGA..  Telusuri Sudut Kota Medan, Ngaspal Bareng Bapack Tunjukkan Solidaritas Bikers Honda PCX

Erwin Chandra, Senior Instructor Technical Service PT Indako Trading Coy PT Indako Trading Coy selaku main dealer Honda di wilayah Sumatera Utara mengungkapkan, dengan engine brake, kerja rem akan lebih ringan. Dimana pengendara cukup melepas gas dan menurunkan gigi ke posisi lebih rendahm sehingga laju motor akan melambat karena mesin ikut melakukan pengereman saat putaran mesin secara otomatis menyesuaikan posisi gigi.

Menggunakan engine brake pada kondisi tertentu saja bertujuan untuk menjaga kondisi dan keawetan komponen mesin. Komponen mesin paling rawan rusak adalah gear ratio. Jika tertalu sering menggunakan engine brake apalagi dilakukan secara ekstrim, maka gear ratio bisa cepat aus atau bahkan rontok.

BACA JUGA..  Pegadaian Cabang CP Krakatau Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Sekitar

Ada sejumlah cara melakukan pengereman engine brake yang aman. Pertama, saat akan melakukan engine brake, tutup habis gas agar suplai bahan bakar ke ruang bakar berkurang sehingga putaran mesin akan turun. Kedua, setelah tuas gas ditutup dan RPM mesin turun, pindahkan posisi gigi ke posisi lebih rendah secara bertahap. Misal dari gigi 5 turunkan ke 4, 3 lalu  2. Ini bertujuan untuk menjaga keawetan komponen mesin.

Sedangkan yang ketiga, hindari membuka gas saat melakukan engine brake, agar RPM selalu berada di posisi rendah saat akan menurunkan gigi. Hal ini penting agar tidak ada kontra antara komponen di dalam mesin.

BACA JUGA..  Pegadaian Cabang CP Krakatau Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Sekitar

Erwin Chandra menambahkan. Sangat perlu diingat bahwa engine brake tidak menggantikan fungsi rem depan dan belakang, namun hanya membantu mengurangi kecepatan sepeda motor dan hanya digunakan pada situasi tertentu atau darurat agar tidak merusak komponen mesin. Karenanya tetap jaga motor kesayangan selalu dalam kondisi prima dengan melakukan pemeriksaan dan perawatan secara berkala bersama ahlinya di bengkel AHASS terdekat. (*)

Reporter: Budi Hariadi
Editor: Maranatha Tobing