POSMETROMEDAN.com – Di era 4.0, generasi muda harus menjadi benteng dalam melestarikan warisan leluhur. Salah satunya kehidupan ‘marsialap ari’ atau gotong royong ditengah kehidupan sehari-hari. Hal ini pulalah yang diterapkan generasi muda, di Lingkungan 1, Kelurahan Parausorat, Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan, Kamis (17/2).
Para muda-mudi yang terhimpun dalam wadah ‘Naposo Nauli Bulung’ biasa disingkat NNB ini, tetap melestarikan budaya gotong royong, membersihkan fasilitas umum di lingkungannya.
Lurah Parausorat Rosmida Pohan, melalui Kepala Lingkungan 1, Boy Sandi Martua Siregar menyebut, kehidupan bermasyarakat menuju kemajuan, tak lepas dari kerjasama dan sama kerja dalam kepentingan umum.
“Kita mencoba merangkul para kaum muda yang tergabung dalam Naposo Nauli Bulung, untuk bekerjasama membersihkan fasilitas umum, di lingkungan atau kampung halaman kita ini. Lewat semangat bergotong royong, alhamdulillah, fasilitas umum, seperti pemandian, tempat ibadah dan jalan serta fasilitas umum lainnya akan terus menjadi perhatian kedepan,” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan, pembina NNB Parausorat Zulkarnaen Pohan. Menurutnya, keberadaan kaum muda mudi ditengah masyarakat sangat strategis. Karena itu, harus dimanfaatkan dan dilibatkan dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, sesuai dengan porsi dan perannya.
“Kehidupan bermasyarakat, tak bisa lepas dari peran ‘Naposo Nauli Bulung’. Mudah-mudahan, anak anak kita ini menjadi generasi muda yang mampu melestarikan gotong royong sebagai warisan leluhur,” ungkapnya.
Ketua NNB Parausorat Rahmat Siregar menyebut, sebagai generasi muda harus siap mengarungi kemajuan dan tetap melestarikan warisan leluhur berupa gotong royong. Sebab, melalui gotong royong, akan tumbuh kekompakan dan kebersamaan. (*)
Reporter: Amran Pohan
Editor: Maranatha Tobing












