POSMETROMEDAN.com – Kampung Aur, Kecamatan Medan Maimun, kembali dilanda banjir, akibat luapan Sungai Deli.
Menurut warga setempat selama 12 jam kampung mereka dikepung banjir. Permukiman masyarakat terendam air berwarna kecokelatan.
“Semalam kan hujan deras, makanya air Sungai Deli ini mengluap,” kata Dina, warga Kampung Aur, Minggu (31/10).
Menurut Dina, puncak banjir terjadi sekira pukul 01.00 WIB. Air Sungai Deli yang masuk ke permukiman warga sampai lebih dari dua meter.
“Kalau soal tinggi, orang dewasa sudah tenggelam lah semalam,” ujarnya.
Disebutkannya, pada dini hari tersebut cukup banyak warga yang langsung menyelamatkan barang – barang berharga serta lainnya.
“Ada juga warga yang tidak ada lantai dua atau lotengnya maka ngungsi ke rumah warga lain,” sebutnya.
Ada pun saat ini, selain membersihkan rumah, terlihat anak – anak warga yang bermain dengan air banjir. Seperti berenang dengan menggunakan ban mobil bekas sebagai pelampung.
“Ya kalau barang – barang rumah tangga pasti adalah yang rusak apa lagi yang elektronik seperti tempat memasak nasi,” tutupnya.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Medan, Syaiful Ramadhan mendesak Wali Kota Medan Bobby Nasution untuk segera merealisasikan program yang dijanjikan kepada masyarakat, salah satunya penanganan banjir.
“Permasalahan banjir termasuk permasalahan yang menjadi perhatian Wali Kota Medan. Bahkan ketika kampanye, Wali Kota Medan berkomitmen untuk menyelesaikannya. Kita akan terus mendorong agar Pemko Medan bisa fokus menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat salah satunya dengan mendukung penganggaran di APBD,” ujarnya.
Persoalan di masyarakat akan bisa tercapai dengan tepat sasaran jika komitmen terhadap permasalahan tersebut dibarengi dengan tindaklanjut penganggaran.
“Komitmen Wali Kota sangat mendapat sambutan yang positif dari masyarakat, untuk itu kita juga akan mendorong terhadap OPD terkait agar memberikan porsi penganggaran yang memadai,” jelasnya.
Persoalan banjir, kata politikus PKS ini telah menjadi persoalan yang terus menerus terjadi tanpa adanya solusi. “Kawasan Kampung Aur dan beberapa lagi yang ada di pinggiran Sungai Deli kerap hanya menerima janji dan harapan saja, eksekusinya tidak ada,” jelasnya.
Banjir hari ini, kata Syaiful, harus menjadi momentum wali kota, DPRD Medan serta masyarakat untuk bersama-sama mencari solusi dan menyelesaikannya.
“Kalau Warga di pinggiran Sungai saya kira sudah sangat terbuka. Mereka sangat mengharapkan persoalan banjir bisa dituntaskan,” harapnya. (ali)












