Kasihan! Sudah Dikeroyok Dideren Penyidik Pula Rp 2 Juta

oleh -405 views
MELAPOR: Muhammad Rifai membuat pengaduan di Mapolsek Percut Sei Tuan, beberapa waktu lalu.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Perumpamaan ini mungkin layak disematkan kepada Muhammad Rifai (30). Sudah bonyok dikeroyok, dia malah kena deren di kantor polisi.

Tidak tanggung-tanggung, penduduk Jalan Makmur, Gang Dahlia 9, Percut Seituan, diminta memberikan Rp2 juta sebagai biaya operasional agar pelaku pengeroyokan ditangkap.

Kasihannya, meski uang telah diberi, hingga sembilan bulan pasca melapor, tak seorang pelaku pun ditangkap. Makanya, Rifai masih tidak bisa tenang. Dia khawatir penganiayaan serupa kembali dilakukan para pelaku.

Menurut Rifai, penganiayaan terhadap dirinya terjadi di Jalan Beringin, Desa Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Selasa (19/01/2021).

Awalnya, seorang temannya mengadu kalau salah satu pelaku bernama Pentol telah membawa lari uangnya sebanyak Rp50 ribu.

BACA JUGA..  Jelang Libur Nataru, Ditlantas Poldasu Permudah Masyarakat untuk Divaksin

“Teman saya ini ngasih uang Rp50 ribu kepada pelaku untuk beli rokok. Nah, uang itulah yang dilarikan,” kata Rifai, Rabu (27/10/2021).

Kesal temannya dibodohi, Rifai mencari Pentol di lokasi judi tembak ikan daerah rel kereta api untuk meminta kembali uang tersebut.

Begitu bertemu, pelaku dimintai uang temannya. Namun oleh Pentol, uang itu sudah habis dipakainya main judi.

Mendengar jawaban tersebut, Rifai menekankan agar Pentol segera mengganti uang temannya. Selanjutnya Rifai pun pergi dari lokasi judi.

LUKA: Luka yang diderita Muhammad Rifai akibat penganiayaan.(IST/POSMETRO MEDAN)

Tak berapa lama, Pentol menemui korban dan menyerahkan uang Rp50 ribu. Begitu uang diterima, Pentol yang saat itu datang bersama beberapa temannya langsung mengeroyok Rifai.

“Saat itu si Pentol, Ian, Hendrik, Imam dan beberapa orang lainya langsung mukulin aku hingga babak belur dan melemparku dengan batu,” sebut Rifai.

BACA JUGA..  Satu Korban Angkot Maut Belum Dijemput Keluarga

Sadar jika dirinya tak mampu melawan semua pelaku, Rifai memilih lari. Tapi upaya itu tetap tidak bisa menyelamatkannya dari amuk para pelaku.

Dia dikejar dan tertangkap. Berikutnya, oleh para pelaku, dia dicampakkan ke parit.

Atas kejadian itu, Rifai didampingi kuasa hukumnya bernama Heri mendatangi Polsek Percut Seituan untuk membuat laporan pengaduan.

Setelah membuat laporan, kuasa hukumnya menyuruh korban menyerahkan uang sebesar Rp 2 juta kepada penyidik bermarga Tanjung.

Menurut kuasa hukumnya, uang tersebut merupakan biaya operasional anggota polisi untuk menangkap para pelaku.

“Memang enggak ada bukti secara tertulis. Untuk uang jalan, kuserahkan langsung ke meja juper Pak Tanjung, Rp2 juta,” ungkapnya.

BACA JUGA..  Langkat Siap Sukseskan Lilin Toba di Liburan Nataru

Kemudian, penyidik meminta Rifai mencari identitas serta foto-foto para pelaku. Berharap pengeroyoknya segera ditangkap, Rifai pun menyanggupinya.

Persoalannya, meski identitas serta foto-foto telah diberikan, hingga kini pelaku yang diperkirakan berjumlah enam orang belum ada satu pun yang diamankan.

“Disuruh cari foto karena enggak bisa nangkap orang sembarangan harus ada foto kata Polisi. Semua sudah saya kasih, tapi belum ada yang ditangkap satu pun,” celetuk Rifai.

Dikonfirmasi terkait kekecewaan Rifai, Kapolsek Percut Seituan, Kompol Muhammad Agus Setiawan berjanji akan melakukan pengecekan.

“Saya harus kroscek dulu kebenarannya. Saya baru 14 hari di sini,” katanya.(bbs/ras)

 

EPAPER