Dituduh Menjual Tanah Klien Tanpa Izin, Notaris R br G Dilaporkan ke Poldasu

oleh -107 views

POSMETROMEDAN.com – Dituduh menjual tanah klien tanpa izin, Notaris R br G yang berkantor di komplek ruko depan Rumah Sakit Umum (RSU) Kabanjahe, dilaporkan ke Polda Sumatera Utara.

Korban yang juga klien Notaris R br G adalah Armanta Bukit (61), warga Jalan Flamboyan Raya Gang Bersama Ujung, No.100 Tanjung Sari, Medan.

Armanta Bukit kepada wartawan mengaku, korban penipuan dan penggelapan yang R br G. Menurut penuturannya, kasus itu berawal di Tahun 2014 silam.

“Awalnya pada sekitar bulan Juni tahun 2014 saya berniat mau mecah surat sertifikat lahan pertapakan milik saya yang berada di Jalan Jamin Ginting Desa Sumbul, Kecamatan Kabanjahe menjadi 3 sertifikat. Sementara 2 lagi untuk dibalik namakan. Untuk biaya nya juga sudah saya serahkan sebesar Rp7.000.000 kepada dia (R br G), dan buktinya masih ada bukti tanda terimanya saya simpan,” katanya, Senin (26/09/2021) lalu.

BACA JUGA..  Tiga Pelaku Curanmor Babak Belur Dihajar Warga di Deliserdang

“Usai saya menyerahkan surat sertifikat beserta biaya pemecahan sertifikat tersebut, beberapa tahun berikutnya berkisar tahun 2016, penyelesaiaan pemecahan sertifikat yang telah saya titipkan sebelumnya tak kunjung selesai. Dan yang sakitnya lagi, saya mengetahui bahwa lahan pertapakan saya sudah dijual oleh R Br G selaku notaris & PPATK kepada orang lain tanpa sepengetahuaan dan pembritahuaan kepada saya selaku pemilik lahan yang sah berdasarkan surat sertifikat atas nama saya pribadi dengan nomor 197 dan 198. Sampai sekarang masih saya simpan surat bukti tanda terima sertifikat milik saya yang saya titipkan di kantor Notaris R Br G,” jesalnya.

Begitu mengetahui ulah oknum notaris R br G, Armanta Bukit pun membuat laporan pengaduan ke Polda Sumut.

“Saya akhirnya membuat laporan ke SPKT Poldasu dengan nomor : STTLP/B/702/lV/2021/SPKT/POLDA SUMUT pada tanggal 15 April 2021. Melaporkan yang saya alami yaitu peristiwa Pidana UU nomor 01 tahun 1946 tentang KUHP pasal 378 jo 372 dan atau pasal 385 KUHPIDANA. Dalam hal ini pihak terlapor yaitu oknum Notaris berinisial RG dan rekan-rekannya. Kasus ini sudah ditangani oleh penyidik Dirkrimum Poldasu. Namun sampai sekarang belum juga mendapat titik terang sampai sejauh mana sudah penanganan laporan saya tersebut,” ujar Armanta.

BACA JUGA..  Pelaku Pembunuhan dan Pemerkosaan di Labura Berhasil Dilumpuhkan Poldasu

Dihadapan sejumlah wartawan,  Armanta dberharap kepada Kapolda Sumatera agar kasus tersebut segera diproses sesuai peraturan dan UU yang berlaku di Republik ini.

“Saya berharap kepada yang terhormat Bapak Irjen Pol Drs RZ Panca Putra Simajuntak M.Si Kapolda Sumatera Utara agar segera memproses kasus tersebut. Karna saya sebagai orang lemah ini tidak tau lagi caranya dalam menuntut keadilan.
Saya sebagai korban sudah terzolimi dan sudah terlalu lama kasus ini jalan ditempat. Saya berharap agar oknum yang mempermainkan dokumen Negara segera ditetapkan sebagai tersangka demi tegaknya supremasi hukum di Sumatera utara ini,” harap Armanta.

BACA JUGA..  Komplotan Pencuri Sepeda Motor Diringkus Polsek Biru Biru

Menyikapi informasi yang didapat dari korban/pelapor, awak media mencoba mengkonfirmasi kepihak Penyidik Dirkrimum Poldasu berinisial JD melalui pesan singkat waatshaap, terkait perkembangan hasil penyelidikan kasus tersebut. Namun sayangnya hingga berita ini diterbitkan belum juga mendapat jawaban.

Sementara saat awak media mencoba menemui R Br G oknum Notaris & PPATK yang beralamat kantor dikomplek ruko depan RS Umum Kabanjahe, yang bersangkutan sedang tidak berada dikantornya. Menurut keterangan sumber yang didapat bahwa R Br G sedang di medan dalam rangka menghadiri panggilan penyidik di Mapoldasu. (ris/mrk)

EPAPER