POSMETROMEDAN.com – Untuk memulihkan ekonomi rakyat ditengah terjangan covid-19, Bupati Tapsel H Dolly Pasaribu andalkan sektor pertanian. Bahkan, mantan anggota DPRD Tapsel ini, rutin berkeliling hingga kepelosok, menemui para petani lewat kelompok tani yang tersebar didaerah itu.
Hal itu terungkap saat Bupati Tapsel menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PT Bank Sumut, di Kantor Pusat di Medan, Jumat (10/9) lalu.
Disebut, berkeliling itu dilakukan dengan tujuan memberi kiat dan motivasi, kepada petani sehingga terwujud peningkatkan hasil panen petani, demi Tapsel yang lebih sehat, cerdas dan sejahtera.
Bahkan, beberapa hari sebelumnya, Bupati juga telah menjelaskan kepada Menko Perekonomian melalui virtual, bahwa, Pemkab Tapsel akan mendorong kredit usaha rakyat (KUR) Tani, bekerja sama dengan Bank BNI, dengan syarat yang ringan dan pengembalian yang mudah.
Tentunya, tak lupa pula, orang nomor satu di Pemkab Tapsel ini mengucapkan terima kasih kepada Wakil Gubernur Sumut H Musa Rajeksah, atas paparan dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada rakor monitoring, dan evaluasi perkembangan Covid-19 di Provinsi Sumut serta penyerahan TPID Award 2021 melalui virtual, ditanggapi Wagubsu dengan baik.
“Karena paparan saya di depan Menko Perekonomian dan Forkopimda Provinsi Sumatera Utara kemarin atau kamis tanggal 9 September, tentang cara pemulihan ekonomi Nasional akibat pandemi Covid-19 di Tapsel. Di mana, 70 persen masyarakat Tapsel adalah bertani. Dan 40 persen lahan di Tapsel merupakan lahan pertanian,” ungkapnya.
Penjelasan itu disampaikan Bupati secara khusus dihadapan Wagubsu dan Bupati/Walikota yang hadir pada RUPS Luar Biasa Bank Sumut agar segera memperkuat perekonomian di sektor pertanian melalui kredit usaha rakyat (KUR) Tani sehingga nantinya dapat mempermudah para petani dalam meningkatkan produksi, pendapatan, dan kesejahteraannya.
Selain itu, lewat diskusi lanjutan bersama Dirut Bank Sumut, Rahmat Fadillah Pohan, berjanji akan mempelajari skema fasilitas pinjaman yang bermanfaat bagi petani. (ran)











