5 Terduga Teroris Diamankan di Sumut

oleh
Beberapa lokasi di Sumut tempat terduga teroris diciduk petugas, kemarin. Sebanyak 5 terduga diamankan. (Ist/posmetro)

POSMETROMEDAN.com – Tim Densus 88 Antiteror bersama Polda Sumut mengamankan sedikitnya 7 orang terduga teroris di Sumut, seorang diantaranya berprofesi sebagai guru di Binjai.

Guru dimaksud adalah Dudi Iskandar (44) warga Jalan Kol Yos Sudarso, Gang Aisyah, Lingkungan IX, Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara.

Ia diamankan, lantaran diduga berkaitan dengan Kotak Amal Laz Aba di Kota Binjai. Usai diamankan dari panglong dekat kediamannya, Dudi langsung diboyong petugas ke rumahnya, guna melakukan pemeriksaan dan penggeledahan.

Diduga penangkapan Dudi ini, hasil dari pengembangan penangkapan yang dilakukan Densus 88 di Tanjung Balai.

“Benar, sebelum Salat Jumat tadi ada penangkapan terduga teroris di Jalan Kolonel Yos Sudarso, Kecamatan Binjai Utara,” kata Camat Binjai Utara, Adri Rivanto, Jumat (13/8/2021.

Dalam penggeledahan yang dilakukan dikediaman Dudi Iskandar, Personil Densus 88 berhasil menemukan beberapa barang bukti. Diantaranya tujuh buku berjudul Zionis dan Syiah, Suara Syam, Mewaspadai penyimpangan Neo Murji”ah, Membongkar kesesatan Gafatar, Sehat dan Kaya dengan sedekah (3 buku).

Kemudian, tim juga menemukan barang bukti lain, yakni Buku Tabungan Bank Mandiri Syariah, ATM Bank Mandiri Syariah, Kartu NPWP, dua unit ponsel.

Lalu, Sertifikat Wakaf Tunai Program Sejuta Donatur untuk Ponpes Tahfiz Alquran Al Huda Gratis, 1 berkas Copy bertuliskan Arab, 1 KTP, 1 Lembar Foto Copy KTP atasnama Dudi Iskandar, 1 Kartu Umroh dan Haji Plus (Tawassu) dan 1 Kartu BSM.

Ardi mengatakan, setelah salat Jumat, Densus 88 langsung memboyong Dudi dari kediamannya. Saat ditanya, kemana Dudi dibawa, Ardi belum mengetahuinya.

Sebelumnya, petugas menangkap terduga teroris berinisial AKS di Dusun 2, Desa Sei Apung, Kecamatan Tanjungbalai, Asahan, Jumat(13/8/2021).

BACA JUGA..  Bocah 12 Tahun Tewas Diduga Tersambar Petir

Kepala Dusun 2, Desa Sei Apung, Ayub Sambas mengatakan, AKS (42) ditangkap sekitar pukul 05.30 WIB di rumahnya. “Tadi pagi saya di telepon orang kepolisian. Katanya ada penangkapan terhadap seorang warga saya,” ujar Ayub.

Lanjutnya, dari penggeledahan yang dilakukan oleh tim Densus 88 disita beberapa jenis kartu ATM dan buku tabungan. Menurutnya, tidak ditemukan barang bukti sajam ataupun senjata jenis lainnya.

Menurut Ayub, polisi juga menggeledah tempat usaha milik AKS di Dusun 2, Desa Sei Apung, Kecamatan Tanjungbalai, Asahan. AKS merupakan pengusaha perlengkapan bangunan sekaligus tukang perbaiki kapal nelayan. “Punya panglong dan perbaiki kapal nelayan,” ujarnya.

Penangkapan terduga teroris juga dilakukan di Lingkungan XI, Kelurahan Suka Maju, Medan Johor. Di kawasan ini, tim Densus 88 meringkus seorang pria berinisial R.

Yusnidar, Kepala Lingkungan XI Kelurahan Suka Maju, Medan Johor membenarkan adanya penangkapan terduga teroris di kawasannya. Namun dia mengaku pria yang diamankan tersebut bukan warganya. Dia disana karena mengunjungi mertuanya.

“Istrinya dulu warga saya tapi sudah pindah. Karena dia menikah sama warga Sunggal, kebetulan karena orangtuanya sakit dia datang sama suaminya, karena orang tuanya warga saya. Setelah dilihat, disitulah dia menginap karena istrinya juga sakit, jadi belum bisa pulang,” ucapm Yusnidar.

Sebelum penangkapan, kata Yusnidar, dia dihubungi oleh salah seorang personil Brimob untuk mendampingi penggeledahan rumah mertua terduga teroris tersebut.

“Dia (petugas) panggil saya, ibu saya mau menggeledah rumah warga ibu. Jadi kami minta ditemani,” bebernya. Sedangkan terduga teroris itu kata Yusnidar diamankan saat membeli sarapan. “Ada barang yang diamankan sepeda motor dan hape,” terangnya.

BACA JUGA..  KRL Ditabrak KA Argo Bromo di Bekasi, 4 Orang Tewas

Yusnidar juga mengaku pria yang diamankan tersebut langsung dibawa ke markas Brimob Polda Sumut. “Dia (petugas) bilang dibawa ke brimob. Dia juga bilang kalau mau melihat datang ke Brimob, dipersilahkan keluarganya untuk menjenguk dia di Brimob,” pungkasnya.

Di Sei Mencirim, seorang warga juga diamankan. Pria tersebut berinisial RTM ( 50) warga Jalan Eka Warman, Gang Wak Rame, Dusun 3 A, Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang.

RTM merupakan seorang karyawan disalah satu pabrik elektronik tersebut diamankan oleh seorang perwira Polisi bernama Iptu Parman, terduga diamankan dari rumah kontrakannya di Jalan Pala, Dusun 3A, Sei Mencirim.

Awalnya petugas membuntuti RTM, namun hal itu diketahui oleh terduga teroris sehingga berusaha melarikan diri dengan menggunakan Honda Supra yang ia kendarai menuju arah Desa Suka Maju, dekat areal persawahan.

Namun atas kesigapan Densus 88, RTM berhasil diamankan tanpa perlawanan. Selanjutnya Iptu Parman berkordinasi dengan Kepala Dusun 3 A melakukan penggeledahan dirumah RTM.

RTM merupakan jaringan Jamaah Islamiyah yang selanjutnya dibawa petugas ke Polda Sumatera Utara.

Seorang tetangga orang yang ditangkap tim Densus 88 dikenal baik dan taat beragama. Selain itu, anak dan istrinya pun dikenal baik oleh tetangga selama mereka tinggal di lingkungan tersebut selama dua tahun lebih.

Meski rajin beribadah, R juga diketahui tak pernah mengajak warga lain untuk terlibat dalam permasalahan seperti terorisme. Apalagi mencuci otak tetangganya soal pemahaman radikal.

BACA JUGA..  Jadi Tersangka, Direktur CV Rizky Amanda Pemborong di Pemkab DS Belum Ditahan

Meski demikian Masilah mengaku tidak begitu akrab dengan keluarga terduga teroris tersebut karena jarang berkumpul. Apalagi R sibuk bekerja pergi pagi pulang sore.

“Gak pernah mengajak yang aneh-aneh. Paling kalau abis dari masjid itulah cerita-cerita. Cuma gak pernah cerita apa-apa bapak itu,” kata Masilah, tetangga terduga teroris, saat ditemui didepan rumahnya, Jumat (13/8/2021).

Ia dan tetangga lainnya menuturkan kaget mendengar kabar kalau R ditangkap lantaran diduga sebagai teroris. Sebab kemarin istrinya baru pamit mau pulang kampung lantaran kakaknya sakit di daerah Silinda.

“Semalam dia pas mau pulang kampung pamit juga sama saya, bilang Nitip rumah ya buk. Kami terkejut juga tadi. Orang wawak ini baik, rajin solat. Kami pun gak menyangka,” ucapnya.

Mabes Polri membenarkan perihal penangkapan terhadap terduga teroris di Sumatera Utara pada Jumat (13/8/2021).

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, kepolisian telah menangkap lima orang diduga terlibat terorisme.

Adapun inisial kelimanya yakni, R, H, AK, DI, dan I. Mereka ditangkap hampir bersamaan pada hari ini di beberapa wilayah diantaranya Medan, Deliserdang, Binjai, dan Tanjung Balai.

“Pada hari ini Jumat tgl 13 Agustus 2021 Satgassus Wil Sumut bersama Polda mengamankan 5 orang Pelaku diduga Tindak Pidana Teroris di  wilayah Sumatera Utara,” kata Raden.

Ia tak menerangkan lebih lanjut apakah ke lima terduga teroris tersebut akan diterbangkan ke Jakarta atau tidak. “Untuk sementara sedang dilakukan pemeriksaan. Yang bersangkutan adalah Jaringan Jamaah Islamiyyah,” katanya.(bbs/ras)