Maut Toke Sawit Pemarah, Pardede Tewas Dikampaki Sitompul

oleh -126 views
TEWAS : Gatot Daniel Pardede tewas usai dibantai anak buah menggunakan kapak.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Sifat mudah marah dan memaki anak buah, menggiring Gatot Daniel Pardede (50) menuju maut.

Tak tanggung-tanggung, pria ini dihabisi dengan sadis oleh anak buahnya dengan cara dikampaki.

Pembunuhan bermotif sakit hati ini terjadi di Dusun Sei Apung, Desa Sei Apung, Kecamatan Kualuh Hilir, Labuhanbatu Utara (Labura), Selasa (1/6/2021) sekira pukul 21.30 WIB.

Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Parikhesit mengatakan sekira pukul 21.30 WIB, korban yang sedang berada di rumah didatangi pelaku Roni Trio Dupa Sitompul (38).

Tujuan kedatangan Trio untuk menanyakan maksud perkataan korban yang kurang mengenakkan kepada tersangka.

“Apa maksud kau Bang,” kata Trio sambil menenteng kampak.

Lalu Gatot menjawab dengan bahasa Batak “te ho,” (maaf: taik kau). Mendengar ucapan itu, Trio mendorong pintu rumah hingga membuat korban jatuh terpental.

BACA JUGA..  Kinerja 100 Hari Bobby Nasution Tuai Apresiasi

Selanjutnya, tersangka menyerang Gatot secara membabi buta dengan menggunakan kampak yang berada di tangannya.

Akibatnya korban mengalami luka parah di bagian kepala, tangan, dan lutut.

Sejumlah warga yang melihat kejadian tersebut kemudian berusaha menolong korban.

Namun saaat dalam perjalan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aek Kanopan, korban akhirnya meninggal dunia.

Petugas yang mendapatkan laporan kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tak membutuhkan waktu lama, petugas berhasil menangkap tersangka.

Dijelaskan, sejak bulan Juli 2020, tersangka bekerja sebagai tukang bongkar muat sawit milik korban dan terkadang mengawal truk pengangkut sawit milik korban ke pabrik kelapa sawit. Korban diketahui sebagai toke sawit.

BACA JUGA..  Pemkab Deliserdang Gelar Vaksinasi Massal di Tanjung Morawa

Kemudian sejak awal bulan April 2021 sampai dengan kejadian, tersangka disuruh korban bertugas sebagai pengutip uang yang dibungakan korban.

Apabila tidak ada setoran dari hasil tagihan dari tersangka, korban selalu marah dan memaki maki tersangka dgn mengatakan “bujang inam na diallang ho do hepeng” (kurang ajar, kau makan uang itu).

“Kurang lebih sejak awal bulan Mei 2021, tersangka sakit hati dan dendam kepada Korban karena selalu dimarahi dan dimaki maki. Tersangka menerangkan telah berniat utk membunuh korban sejak hari Selasa tanggal 01 Juni 2021 sekira pukul 14.00 WIB pada saat dimaki oleh korban,” tambah Parikhesit.

BACA JUGA..  Truk Box Hantam Bus Sejahtera 1 Tewas Ditempat

“Korban meninggal dunia dengan luka pada kepala di temukan luka robek panjang 3 cm lebar 0.5 cm dalam 1 cm, pada tangan kanan luka robek ukuran 15 cm lebar 1.5 cm dalam 1 cm, luka lecet di bagian lutut sebelah kanan panjang 5 cm lebar 1.5 cm, luka robek pada kaki sebelah kiri panjang 6 cm lebar 3 cm dalam 2 cm, luka robek pada kaki sebelah kiri panjang 6 cm lebar 2 cm dalam 1 cm,” beber Parikhesit sembari menyebut, tersangka berpotensi dijerat dengan pasal pembunuhan berencana.(bbs/ras)

EPAPER