Syahrul Dorong Pertumbuhan Pesantren di Tapsel 

oleh -98 views
H Syahrul Pasaribu SH bersama BSPSU Tapsel dan anak yatim pada Silaturahmi Ramadhan di Ponpes Mangaraja Panusunan Achir Hasibuan, Desa Pargarutan Jae, Kecamatan Angkola Timur. (Amran Pohan)

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Sosok H Syahrul Pasaribu mendorong pertumbuhan jumlah pondok pesantren di Tapsel, saat mengemban amanah rakyat sebagai Bupati di daerah itu. Dimana, pada awal periode pertama menjabat Bupati Tapsel, jumlah Ponpes di Tapsel ada 18. Dan saat ini, sudah berdiri 26 Ponpes.

Hal ini disampaikan Ketua BSPSU Tapsel Maksan H Dalimunthe saat Silaturahmi Ramadhan Badan Silaturrahim Pesantren Sumatera Utara (BSPSU) Tapsel di Ponpes Mangaraja Panusunan Achir Hasibuan, Desa Pargarutan Jae, Kecamatan Angkola Timur, Selasa (27/4) lalu.

“Pak Syahrul Pembina BSPSU Tapsel. Kami melihat bagaimana susah payahnya beliau membangun Tapsel hingga seperti yang sama-sama kita nikmati saat ini. Beliau peduli nazir masjid, guru BTQ, bilal mayit dan bahkan guru Sekolah Minggu umat Kristiani,” ujarnya.

Suasana haru mewarnai silaturahmi itu, karena sekaligus melepas rasa rindu setelah beberapa bulan tidak saling bertemu pasca Syahrul M. Pasaribu mengakhiri masa jabatan periode kedua Bupati Tapsel.

Hadir pimpinan Ponpes yang antara lain saat ini juga menjabat Ketua Majelis Ulama Indoneseia (MUI) K.H. Ahmad Gozali Siregar, Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Sulaiman Harahap, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Falah Panompuan K.H.Abdollah Harahap, tokoh masyarakat, santri dan anak yatim.

BACA JUGA..  Warga Tebingtinggi Diwarning! Ini Imbauan Pemko untuk Rayakan Idul Fitri 1442 H

Ustadz Henri Harahap selaku Pimpinan Ponpes Mangaraja Panusunan Achir Hasibuan mengatakan, momentum ini sudah lama mereka tunggu. Sebab, selama 10 tahun menjabat Bupati Tapsel, Syahrul sangat dekat dan peduli terhadap seluruh pesantren.

“Baru di kepemimpinan pak Syahrul guru madarasah dan pesantren mendapat insentif bulanan dari Pemkab Tapsel. Mulai Rp.50 ribu pada awalnya sampai Rp.300 ribu per orang per bulan saat ini. Lain lagi dengan pedulinya membangun jalan sarana pendukung pesantren,” jelasnya.

Sementara Muhammad Amin Siregar pimpinan Ponpes Darusshoufiyah An-Naksabandi Jambur Batu Kecamatan Sipirok mengatakan, mayoritas masyarakat mengakui pesatnya pembangunan Tapsel selama dipimpin Syahrul Pasaribu. Khususnya infrastruktur jalan dan pembangunan sosial keagamaan.

“Dulu, Simpang Tabusira Muara Gordong ke tempat kami butuh waktu 3 ke 4 jam. Sekarang setelah jalan dibangun, hanya 1 jam. Dari Desa Situmba, dulu 2 jam, sekarang 20 menit. Kami bersama warga sejumlah desa telah merasakan itu. Terimakasih pak Syahrul,” sebutnya.

BACA JUGA..  11 Desa di Karo Gelar Pilkades Serentak, 114 Desa Pengisian Anggota BPD Tahun 2021

Senada dikatakan Mula Arifin Ritonga, pimpinan Ponpes Ihyahul Ulum Purba Sinomba, Kecamatan Aek Bilah, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Padanglawas Utara. Jalan ke desa mereka sudah lebih mudah dilalui dan sangat berdampak positif pada pesantren.

Baginda Nasonang dari perwakilan tokoh masyarakat Angkola Timur mengungkapkan rasa syukur, karena Tapsel pernah dipimpin Syahrul Pasaribu. Banyak kemajuan pembangunan di berbagai sektor, termasuk perhatian di bidang adat.

Syahrul Pasaribu berterimakasih atas penilaian terhadap pembangunan yang dilakukan di dua periode kepemimpinannya sebagai Bupati Tapsel. Meskipun sesungguhnya pembangunan yang dilakukan bukan mengharap sanjungan tetapi pertanggungjawaban kepada rakyat yang mempercayainya memimpin 10 tahun. Kalau masih ada yang merasa tidak puas, itu lumrah karena sifat manusiawi.

Silaturahmi, katanya, sangat penting dan sudah menjadi kebutuhan baginya. Karena dapat mempererat hubungan sesama umat manusia, sekaligus bisa bertemu dan memberi semangat kepada para anak yatim.

“Silaturahmi seperti ini juga saya lakukan dengan masyarakat Siantar dan Simalungun, yang pernah menjadi daerah pemilihan saya sekaligus mendudukkan saya hingga dua periode menjadi anggota DPRD Sumatera Utara dari dapil tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA..  Patungan, Raider 100 Beri Sumbangan Ramadhan Tuk Yatim Piatu

Dua periode memimpin Tapsel, akselerasi percepatan pembangunan sudah dilakukan semaksimal mungkin meski belum sempurna secara keseluruhan. Mengenai masih ada yang merasa tidak puas, Syahrul mengakui itu.

“Karya-karya fundamental dan monumental sudah bersama kita torehkan. Strategi pembangunan dilakukan dengan pendekatan objektif, mengutamakan skala prioritas di satu wilayah sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Tentang hasil dan manfaatnya biarlah rakyat Tapsel yang menilai. Tolong suasana yang sudah baik ini dijaga dan rawatlah pembangunan itu,” ungkapnya.

Kepada pimpinan pondok pesantren, Syahrul minta anak-anak  yang dititipkan orangtuanya ini dididik dengan baik. Apalagi di tengah Pandemi Covid-19 ini suasana berbagai sektor sangat terganggu, namun jangan jadi alasan untuk kendor mendidik generasi muda Islam.

Pada kesempatan itu, Syahrul Pasaribu menyerahkan zakat harta keluarga sebesar Rp5 juta dan kain shalat kepada Panti Jompo Ponpes Al Yusufiah Kecamatan Batang Angkola. Juga menyantuni 30 orang anak yatim yang hadir pada Silaturahmi Ramadhan itu.(ran)

EPAPER