POSMETROMEDAN.com – Tim Basarnas, TNI, Polri dan BPBD Tapsel, kembali menemukan 2 mayat pada Senin (3/5) di aliran Sungai Batangtoru, tepatnya di Partupangan, Muara Hutaraja, Kecamatan Muara Batangtoru.
Diduga kuat, mayat tersebut korban dari bencana alam longsor di lokasi PLTA Batangtoru, yang terbawa arus air. Hal ini sesuai keterangan Kabag Humas Pemkab Tapsel Isnut Siregar pada wartawan, Senin (3/5).
Disebutkan, mayat pertama yang ditemukan pada Senin (3/5) pada pukul 02.30 wib atau dini hari. Dari posturnya, mayat tersebut masih anak anak.
Dan selanjutnya satu lagi mayat laki laki ditemukan pada pukul 03.00 wib tersangkut dipohon sawit dipinggir sungai. “Jarak mayat pertama 1 dan ke 2 kira kira 2 kilometer,” ucapnya.
Hal serupa juga disampaikan Hotmatua Rambe dari BPBD Tapsel. Disampaikan, penemuan kedua mayat itu, diawali dengan ada laporan masyarakat seorang petani di wilayah pinggiran Sungai Batangtoru di Desa Mabang Pasir, Kecamatan Muara Batangtoru, bahwa ada nampak jenajah di Sungai Batangtoru.
“Warga petani itu memberitahukan kepada Kepala Desa setempat, dan Kades menyampaikan kepada Tim SAR Gabungan sekitar pukul 17.30 wib. Tim SAR Gabungan langsung menyisir pada pukul 18.20 wib lokasi dimaksud,” ungkapnya.
Disampaikan, TIM berangkat bersama dengan masyarakat dengan memakai perahu masyarakat yang terdiri dari personil Basarnas,bKapolsek Batangtoru dan Danramil Batangtoru. Namun, mayat yang dimaksud tak ditemukan lagi dilokasi penemuan warga.
“Justru saat penyisiran dua jenajah di jumpai di pinggiran Sungai dengan berbeda tempat dan waktu,” terang Rambe. (ran)











