Polisi Tipu Polisi, Bisnis Investasi Sapi Berujung 2 Tahun Penjara

oleh -88 views

POSMETROMEDAN.com – Sutarso seorang oknum polisi warga Dusun II Teratai Laut Dendang, Kelurahan Laut Dendang, Kecamatan Percut Seituan divonis dua tahun penjara. Terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan terhadap oknum polisi Rudi Silaen alias oknum polisi tipu polisi.

Putusan itu dibacakan majelis hakim dketuai Denny Lumbantobing dalam sidang virtual di Ruang Cakra 9, Pengadilan Negeri Medan.

“Menyatakan terdakwa Sutarso bersalah melakukan tindak pidana penipuan. Menjatuhkan pidana oleh karenanya dengan dua tahun penjara,” ucap hakim Denny Lumbantobing, Senin (24/5/2021).

Dalam amar putusan majelis hakim menyebutkan bahwa terdakwa telah terbukti melakukan penipuan. Dengan modus bisnis investasi sapi, korban mengalami kerugian sebesar Rp800 juta.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana yang diatur dalam Pasal 378 KUHP,” kata hakim.

Hakim dalam pertimbangannya menguraikan, hal yang memberatkan karena, terdakwa belum mengembalikan kerugian kepada korban dan terdakwa juga adalah anggota Polri. “Sedangkan hal meringankan, terdakwa sudah pernah melakukan perdamaian dengan korban dan belum pernah dihukum,” urai hakim.

BACA JUGA..  Polisi Angkut 35 Mesin Judi dan Belasan Alat Hisap Sabu

Atas putusan itu, Hakim Ketua Denny Lumbantobing meminta terdakwa memberikan tanggapan. Melalui penasihat hukum terdakwa yang hadir di persidangan, mereka menyatakan pikir-pikir. “Kami pikir-pikir yang mulia,” kata penasihat hukum terdakwa.

Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa. Dalam sidang pekan sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) Randi Tambunan, menuntut terdakwa dengan pidana 2 tahun dan 6 bulan penjara

Sebelumnya dalam dakwaan jaksa dijelaskan, mula terjadinya perkara oknum polisi tipu polisi itu di tahun 2016 lalu, saat itu Sutarso yang juga merupakan personil Polisi menawarkan bisnis investasi sapi ke Rudi Silaen selaku atasannya. Tak tanggung, Sutarso mengiming-imingi keuntungan Rp2,5 juta per satu ekor sapi.
Pada Bulan Desember 2019 korban Rudi ada memberikan uang sebesar Rp450 juta ke terdakwa dan 22 Desember 2020 sebesar Rp350 juta.

BACA JUGA..  Kinerja 100 Hari Bobby Nasution Tuai Apresiasi

Kemudian, kata jaksa, Rudi juga memberikan uang Rp50 juta kepada terdakwa untuk membeli kandang sapi-sapi tersebut. Lalu sekira bulan Maret 2020, Rudi melihat lebih 100 yang tidak diberi tanda bahwa sapi-sapi tersebut miliknya.

“Pada hari Raya Idul Adha di Bulan Juli 2020 dan seharusnya laba yang Rudi terima untuk 100 ekor sapi tersebut adalah Rp250 juta. Sebelumnya terdakwa juga menawarkan kepada saksi Armensyah untuk membeli sapi milik terdakwa, yang dititipkan di kandang milik terdakwa dengan sistem bagi hasil, sehingga saksi Armensyah tertarik dengan tawaran terdakwa tersebut,” ucap jaksa.

BACA JUGA..  Ombudsman Sidak ke Disdik Sumut, Abyadi Siregar : Sistem PPBD Sumut Kacau

Kemudian pada Juli 2020 saksi Armensyah menemui terdakwa di Jalan Pondorowo Deliserdang dan melakukan kesepakatan, pembelian 110 ekor bibit sapi, yang akan dipelihara serta dititipkan di Kandang milik terdakwa, lalu 17 Juli 2020 saksi Armensyah metransfer sebesar Rp20 juta dan Rp25.049.025.

Sesuai dengan waktu yang dijanjikan terdakwa kepada Rudi, Greis selaku istri korban, dan Armensyah pada hari Raya Idul Adha 2020 dan 2021, terdakwa ternyata tidak ada memberikan keuntungan, karena memang sapi-sapi tersebut telah terdakwa jual tidak ada.

Namun, terdakwa tidak bisa lagi dihubungi dan tidak beritikad baik. Akibat perbuatan terdakwa Rudi mengalami kerugian sekitar Rp800 juta, sedangkan Armensyah mengalami kerugian sekitar Rp 217.500.000. Korban lalu melaporkan perbuatan terdakwa ke Ditreskrimum Polda Sumut. (gib)

EPAPER