Hakim Kurangi Hukuman Oknum Polisi Kasus Sabu, Jaksa Banding

oleh -55 views

POSMETROMEDAN.com-Pengadilan Tinggi (PT) Medan mengurangi hukuman oknum polisi, Nandi Sukaryadi menjadi 1 tahun 6 bulan penjara.

Dalam putusan banding tersebut, PT Medan mengubah putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 797/Pid.Sus/ 2020/PN Mdn.

Terdakwa Nandi Sukaryadi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana Pasal 127 ayat (1) huruf (a) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Nandi Sukaryadi oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Menetapkan Terdakwa tetap ditahan,” ujar Hakim Ketua Poktak Sitorus sebagaimana dikutip dari website PT Medan, Minggu (23/5).

BACA JUGA..  Ganja 93 Kg dan 3 Kg Sabu Dimusnahkan Polres, Bupati Berikan Apresiasi

Sebelumnya, terdakwa warga Jalan Bajak V Kecamatan Medan Amplas ini, dihukum pidana selama 3 tahun penjara denda Rp800 juta subsider 6 bulan penjara.

Oknum polisi ini, terbukti bersalah atas kepemilikan sabu dalam sidang virtual di ruang cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (1/7) lalu.

Putusan ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Rambo Sinurat, yang semula menuntut terdakwa selama 5 tahun penjara, denda Rp800 juta subsider 6 bulan penjara.

BACA JUGA..  Kantongi ‘Rumput Aceh’, Anak Pasar Merah Diciduk Tekab Medan Kota

Sementara atas putusan ini, Jaksa Rambo yang ditemui wartawan mengatakan sikap mengajukan banding.

“Banding, karna jauh dari tuntutan awal kita,” tegas jaksa Kejari Medan ini.

Mengutip surat dakwaan, perkara ini bermula pada tanggal 19 Desember 2019 sore, Terdakwa Nandi Sukaryadi pergi ke Jalan Jermal XV Kelurahan Denai Kecamatan Medan Denai Kota Medan dengan menggunakan sepeda motor dan sesampainya disana terdakwa membeli narkotika jenis sabu senilai Rp50 ribu dari seorang wanita yang tidak diketahui namanya (DPO).

BACA JUGA..  Pemprovsu Terus Upayakan Pencegahan Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Seusai transaksi, terdakwa langsung memasukan sabu tersebut kedalam kantong baju sebelah kirinya, dan meninggalkan perempuan tersebut.

Kemudian, sesaat ia jalan menuju rumahnya, ia ia diberhentikan oleh beberapa orang saksi polisi berpakaian preman, namun ia lari menancapkan gas sepeda motornya.

Namun salah seorang saksi polisi dapat memberhentikannya dan langsung menggeledah terdakwa. Dan ditemukanlah satu bungkus plastik klip berwarna putih bening, yang diketahui dibeli terdakwa Nandi seharga Rp50 ribu.(man/pmg)

EPAPER