Wisata Berujung Duka, Anak Medan Johor Tenggelam di Danau Toba

oleh -1.683 views

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Seorang pelajar asal Medan Johor tewas tenggelam di pantai Villa Ajibata, Kecamatan Ajibata, Toba, Minggu (7/3/2021) pagi. Jasad korban ditemukan sekira pukul 11.35 WIB.

Pahitnya, tenggelamnya Muh. Abdu Pane (18) tak lama setelah dia memberangkatkan kedua orangtuanya pulang ke Medan untuk menghadiri pesta.

Ini diungkap Edy, salah seorang peserta rombongan wisata yang turut berangkat ke Ajibata bersama korban. Menurut Edy, dia dan peserta rombongan tidak mengetahui persis pukul berapa Abdu mulai berenang hingga tenggelam.

“Sekitar pukul 09.30 WIB, Abdu (korban) masih bersama kami memberangkatkan keluarganya (Ayah/Ibu Korban) yang pulang karena pesta di Medan. Namun setelah itu kami tidak sadar dia hilang dari rombongan. Kami tahu ada anggota rombongan hanyut dari anak anak danau yang berenang. Setelah kami cek ternyata Abdu tidak terlihat, makanya kami langsung buat laporan ke Basarnas Danau Toba,” kisah Edy sedih.

BACA JUGA..  Hantam Truk Parkir, Pengendara Ninja Tewas

Edy juga mengatakan bahwa korban merupakan anak tunggal dari pasangan Haji Azis Pane dan Dita.

“Orang tua korban merupakan satu rombongan dengan kami dari satu lingkungan tempat kami tinggal di Gang Dulur, Jalan Karya Tani, Medan Johor,” lanjut Edy.

Terpisah, Kepala Pos SAR Danau Toba, Octo Tambunan mengatakan dirinya dan tim gabungan langsung bergegas ke lokasi kejadian begitu mendapat laporan ada pengunjung tenggelam.

“Setelah menerima informasi, kita Tim SAR Gabungan langsung menuju lokasi tenggelamnya korban, dan langsung korban berhasil ditemukan di kedalaman lebih kurang 4 meter dari kejauhan 6 meter setelah bibir pantai, korban ditemukan dengan kondisi meninggal dunia dan oleh tim langsung mengevakuasi ke RSU Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Simalungun,” kata Octo didampingi Ipda E Sitinjak (Kanit Pol Airud Markas Danau Toba), Ipda S Siringi-Ringo (Kapos Pol Ajibata).

BACA JUGA..  Tragis! Karyawan PT. SSKA Tewas Terjebak Dalam Tangki

Sesuai pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis RSU Parapat dr Icha, korban sudah tidak bernyawa sebelum sampai di RSU Parapat, dan telah menghembuskan nafas terakhir di perairan Danau Toba.

“Korban meninggal tenggelam atau death by drowning,” ungkap piket staf dr Icha.

Begitu mengetahui Abdu tenggelam, pihak rombongan wisata langsung menghubungi orangtua korban yang dalam perjalanan pulang ke Medan. Mendapat kabar buruk tersebut, kedua orangtua korban pun berbalik arah.

Suasana mengharukan pun pecah di ruang jenazah RSU Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Simalungun, seiring kedatangan kedua orangtua Abdu. Sang ibu langsung memeluk jasad korban. Sedangkan si ayah hanya bisa diam seolah masih tak percaya putranya telah tiada.

BACA JUGA..  PT Aquafarm Nusantara Peduli Pendidikan dan Kesehatan di Ajibata

Informasi lainnya diperoleh, korban berlibur bersama keluarga besarnya sejak Sabtu (6/3/2021). Menikmati liburannya, mereka mandi-mandi di lokasi tak jauh dari tempat mereka menginap.

Pelajar SMA II Medan ini belum mahir berenang sehingga sempat disarankan agar menggunakan ban, namun menolak. Minggu (7/3/2021) menjelang siang Abdu kembali berenang.

Menurut D Sirait, Abdu berenang sekitar 10 meter dari bibir pantai. Sekitar 20 menit kemudian, korban tidak lagi kelihatan dan diduga telah tenggelam.

Hal hilangnya korban langsung disampaikan ke Kapos Pol Ajibata, Ipda S Siringo. Kemudian polisi meneruskan informasi tersebut ke Basarnas Danau Toba untuk secepatnya melakukan pencarian. Sekitar 30 menit kemudian, Tim SAR berhasil menemukan korban, tapi sudah dalam keadaan tidak bernyawa.(bbs/ras)

EPAPER