Boru Simanungkalit dan Suami Tewas Dikampak Bekas Anak Buah

oleh -1.305 views

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Naomi Simanungkalit (53) dan suaminya, KEN (84) ditemukan tewas dikampak bekas anak buah mereka.

Peristiwa terjadi di rumah korban, Perumahan Giri Loka 2 BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (13/3/2021) pagi.

KEN merupakan warga negara asing (WNA) asal Jerman. Berdasarkan catatan yang didapat polisi, KEN diketahui menikah dengan istrinya, Naomi, pada tahun 1996.

Polisi juga sudah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Jerman di Indonesia. Jasad pasangan ini pertama kali ditemukan oleh pembantu mereka.

Hasil olah TKP di lokasi pembunuhan, polisi mendapatkan dua barang bukti, yakni kapak dan korek api yang berbentuk pistol di lokasi. Kapak yang ditemukan digunakan untuk membunuh kedua korban.

Bermodalkan rekaman CCTV, polisi berhasil mengidentifikasi terduga pelaku dan melakukan penyelidikan. Tak butuh waktu lama, pelaku Wahyu Apriansyah (22) ditangkap.

Pelaku merupakan mantan kuli harian lepas di rumah korban. Pengakuan pelaku, dia sakit hati lalu dendam karena sering dihina dan diperlakukan kasar.

“Motif pelaku sering dikatai-katai dengan kata-kata kotor dan perbuatan-perbuatan yang menurut pelaku sangat menghina dirinya,” kata Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Iman Imanuddin di Mapolres Tangerang Kota, Banten, Minggu (14/3/2021).

Berdasarkan pengakuan pelaku, ia sering ditunjuk-tunjuk oleh Naomi dengan menggunakan kaki. Sementara itu, Wahyuapriansyah sempat ditampar sebanyak dua kali oleh KEN.

“Jadi ada mungkin ada kesalahan-kesalahan saat pelaku ini mengerjakan rumah karena sedang perbaikan rumah. Kemudian ada kata-kata yang menyinggung atau menyakiti pelaku sehingga pelaku merasa dendam,” ujar Iman.

Wahyuapriansyah sempat bekerja untuk merenovasi rumah korban sejak 22 Februari 2021 dan diberhentikan pada 8 Maret 2021. Pelaku kemudian merencanakan pembunuhan.

Wahyuapriansyah kemudian berangkat dari rumahnya di kawasan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten pada Jumat (12/3/2021) malam.

“Yang bersangkutan pelaku tunggal. Yang bersangkutan pernah bekerja di rumah korban sehingga tahu situasi rumah,” tambah Iman.

Wahyuapriansyah datang ke rumah korban dan masuk dengan cara memanjat. Ia mengambil kapak yang ada di rumah lalu membunuh KEN dan NS. Korban pertama yakni Naomi dengan cara membekap dan membacok di bagian dagu sampai leher serta lengan kiri.

“Mendengar keributan, KEN terbangun, langsung dilayangkan ke leher dan dagu korban dengan sabetan kapak,” ujar Iman.

Wahyuapriansyah kemudian kabur ke rumahnya di Legok hingga akhirnya ditangkap polisi di rumah saudaranya kawasan Tambun Utara, Bekasi, Jawa Barat.

Polisi menyita barang bukti berupa kapak, sweater, handphone, handphone, tas, pakaian korban, dan sepeda motor dengan pelat nomor B 6887 WUQ.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana seumur hidup atau paling lama 20 tahun dan atau pasal 365 dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun penjara.(bbs/ras)

EPAPER