Bom Gereja Katedral Makassar, Kapolri: Jangan Panik!

oleh -165 views
EVAKUASI : Petugas gabungan mengevakuasi potongan tubuh pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar.(IST/POSMETRO MEDAN)

EPAPER

POSMETROMEDAN.com-Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak panik pasca-terjadinya aksi dugaan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kapolri menegaskan, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mendalami pelaku dari aksi teror tersebut. Korps Bhayangkara menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) usai aksi tersebut.

“Kami sedang dalami dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dan untuk masyarakat tidak usah terlalu panik, kami sedang dalami pelakunya,” kata Jenderal Sigit, Minggu (28/3/2021).

Sigit menyebut, pihak Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri sejauh ini akan terus melakukan penindakan terhadap para kelompok teroris. Hal itu merupakan komitmen dari Korps Bhayangkara untuk memberangus para jaringan-jaringan tersebut.

BACA JUGA..  7 Pintu Masuk Sumut Diperketat, Pemudik Wajib Isolasi 5 Hari

Oleh sebab itu, masyarakat tidak perlu cemas dan khawatir. Mengingat, negara hadir dan tidak akan kalah dengan aksi ataupun serangan teror apapun.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyebut, Kapolri juga langsung memerintahkan Kadensus 88 untuk ke Makassar melakukan pendalaman terhadap aksi tersebut.

“Kemudian berkaitan ini kegiatan teorisme atau bukan tentunya perintah pak Kapolri siang ini Kadensus berangkat ke Makassar dan tentunya di Makassar sudah ada Korwil Densus dibantu serse Polda dan Polrestabes untuk olah TKP. Kami sudah gelar police line disana dan kami juga sudah menyisir benda apa saja sekecil apapun kami olah TKP,” ujar Argo.

Disisi lain, Argo memastikan bawah, aparat kepolisian menjamin keamanan dari keberlangsungan momentum peringatan Wafat Isa Almasih 2 April 2021 dan perayaan Paskah 4 April 2021 mendatang.

BACA JUGA..  'Gendong' 23 Kg Sabu ke Jakarta, 4 Kurir Dituntut Mati 

Argo menyebut, Asops Kapolri nantinya akan memberikan petunjuk ke seluruh wilayah terkait melakukan penjagaan dengan melakukan operasi rutin jajaran kepolisian di gereja-gereja.

“Tentunya ada operasi rutin kami tingkatkan dari Asops Kapolri berikan petinjuk ke wilayah terutama berkaitan kegiatan kematian tuhan dan kegiatan paskah ini bagian pengamanan yang kami lakukan, kami serentak kerjakan sama-sama kami ajak seluruh elemen masyarakat ikut amankan memelihara Kamtibmas,” ucap Argo.

Hal senada disampaikan Goemar Gultom selaku Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI). Ia meminta agar umat Kristiani tetap tenang dan menyerahkan segala bentuk penyelesaiannya dengan petugas penegak hukum.

BACA JUGA..  Gunung Sampah Kota Medan Sudah Mencapai 41 Meter

Ia juga mengimbau agar umat Kristiani dan umat lainnya tidak takut dan resah, dengan tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Saya mengimbau seluruh umat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya penanganan masalah ini kepada aparat terkait, Saya juga mengimbau agar tak ada di antara kita yang memposting gambar atau video tentang perstiwa ini yang justru dapat menimbulkan keresahan masyarakat,” jelas Goemar

Hal tersebut menurut Goemar menambah daftar panjang kasus ledakan bom di Indonesia, nahasnya hal tersebut terjadi di Gereja Katedral Makassar yang tengah melaksanakan ibadah Minggu Palmarum, yang merujuk pada peristiwa masuknya Yesus ke Jerusalem dengan mengendarai keledai betina.(*)

EPAPER