MANDIRI SYARIAH

Dagang Sabu di Labura, Residivis Wanita Diringkus Polisi

oleh -298 views

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Lama dicari, akhirnya Sat Narkoba Polres Labuhan batu ‘menemukan’ wanita pengedar narkotika sabu, berinisial DSD alias Dewi (45).

Ibu rumah tangga (IRT) warga Jalan Bulu Soma, Dusun Terang Bulan, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) ditangkap Satres Narkoba Polres Labuhanbatu, Minggu (31/01/2021) sekira pukul 16.30 WIB.

Sarwedi Manurung beserta tim beberapa saat setelah petugas melakukan penyamaran atau under cover buy terpantau menyerahkan barang terlarang berupa satu plastik klip berisi narkotika seharga Rp100.000 kepada perugas yang menyaru sebagai pembeli di rumahnya.

BACA JUGA..  Anak Amplas Tewas Dibantai Geng Motor

Dari hasil penggeledahan dalam rumahnya kembali petugas menemukan barang bukti sebanyak lima bungkus plastik kecil dari tangan pelaku seberat 0,56 gram.

“Dari hasil interogasi pelaku menjelaskan bahwa barang bukti tersebut diperoleh dari seseorang inisial PTN pada Minggu, 31 Januari 2021 sekira pukul 14.30 WIB,” kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan melalui Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu, Senin (1/2/2021).

BACA JUGA..  Polda Sumut Berhasil Atasi Potensi Konflik KLB Partai Demokrat

Setelah dilakukan pengembangan, lanjut Kasat Narkoba, namun tidak berhasil menemukan PTN.

Dari hasil interogasi, pelaku menjelaskan bahwa dia sudah pernah berurusan dengan hukum dalam hal yang sama (residivis) yang baru selesai menjalani hukuman pada April 2020 setelah divonis 1,5 tahun penjara.

“Dewi mengakui kembali melakukan bisnis haram tersebut karena desakan ekonomi,” urai Martualesi.

BACA JUGA..  KLB Partai Demokrat, Kompolnas: Polri Tunjukkan Netralitas

Keberhasilan penangkapan bandar narkoba kambuhan inisial DSD alias Dewi atas informasi masyarakat sekitar rumah pelaku yang sudah resah dengan bisnis haram tersebut kepada Polres Labuhanbatu.

“Atas perbuatannya, tersangka Dewi dipersangkakan melanggar Pasal 114 subsidair Pasal 112 Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkas Martualesi. (gib)