MANDIRI SYARIAH

TPID Langkat Tinjau Pasar Jelang Nataru

oleh -53 views

POSMETROMEDAN.com-Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021, Tim Pengendalian Infalasi Daerah (TPID) Kabupaten Langkat melakukan peninjauan ke tiga pasar tradisional di Kabupaten Langkat.

Yakni di pasar Kecamatan Babalan pada 21 Desember, pasar Kecamatan Kuala pada 22 Desember dan pasar Kecamatan Stabat pada 23 Desember 2020.

Peninjauan yang berdasarkan surat perintah Bupati Langkat No: 1234/SP/Ekon/2020 ini, diikuti oleh anggota TPID Langkat.

Di antaranya Asisten II Ekbang H Hermasyah, Staf Ahli Bid Pembangunan dan Ekonomi H Mulyono,  Kadis Perdagangan dan Perindustrian Sukhyar Mulyamin, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Nasiruddin, Kadis Kelautan Hendri Tarigan, Kabag Perekonomian Nuryansyah Putra.

Asisten II menjelaskan, peninjauan ini bertujuan, mengantisipasi kekurangan produksi ketersediaan pasokan dan kelancaran kebutuhan bahan pangan pokok menjelang nataru.

Selain itu, untuk mengetahui perkembangan pasokan dan mengantisipasi kenaikan harga yang melonjak tinggi.

BACA JUGA..  UINSU Bakal Buka Dua Fakultas di Tebingtinggi

Terakhir, untuk mengecek kandungan bahan makanan yang mengandung zat kimia berbahaya dikonsumsi.

“Jika ditemukan stock tidak mencukupi atau harga mengalami kenaikan melambung. Kami akan segera mencari solusinya. Serta mencari penyebabnya, guna mengambil ketepatan cara penyelesaiannya,” ungkapnya.

Sedangkan untuk mengetahui kseterilannya, kata Hermasyah, pihaknya mengambil beberapa sempel makanan untuk diuji oleh Dinas Kesehatan di laboratorium.

Seperti buah-buahan, ikan, daging ayam, sous, kecap dan lainnya.

“Jika ditemukan mengandung formalin atau zat berbahaya lainnya, kita akan segera mengintruksikan barang dikembalikan, dan tidak boleh dijual agar peredarannya berhenti,” tegasnya.

Selanjutnya, Sukhyar Mulyamin memaparkan dari hasil pantauan pihaknya, stok ketersedian bahan pokok dinilai cukup untuk menyabut Natal. Bahkan hingga memasuki tahun baru 2021.

“Baik di tingkat grosiran maupun pedagang pengecer,” sebutnya.

BACA JUGA..  HUT ke-271 Kabupaten Langkat, Bupati: Tatanan Langkat Tetap Tanah Melayu

Sedangkan untuk harga bahan pangan pokok pada umumnya, sambung Sukhyar, masih dinilai stabil dan terjangkau.

Walaupun ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga yang sangat signifikan. Seperti  cabe rawit, cabai merah dan hijau meningkat tajam.

Sedangkan, beberapa komoditi turut mengalami kenaikan harga namun tidak signifikan dan sifatnya sementara.

Antara lain, minyak goreng curah dan bawang merah.

Adapun daftar harga barang sembako yang ditemukan, di antaranya beras kuku balam 1 kg harganya Rp 12. 500, jongkong IR 64 1 kg Rp 10. 700, gula pasir 1 kg Rp 12.500, minyak goreng Bimoli spesial 2 kg Rp 28.000.

Kemudian, minyak goreng curah kuning 1 kg Rp 13.000, tepung terigu segitiga biru 1 kg Rp 8.500, tepung terigu Cakra Kembar 1 kg Rp 8500, tepung roti biasa 1 kg Rp 6.500.

BACA JUGA..  HM Ali Yusuf Siregar Resmikan Kantor BKM Dan Perpustakaan Masjid Jami’ di Desa Kubah Sentang

Selain itu, daging sapi murni 1 kg Rp 110.000, daging ayam boiler 1 kg Rp 38.000, daging ayam kampung 1 kg Rp 55.000, telur ayam boiler 1 butir Rp 1.700, telur ayam kampung 1 butir Rp 2.500.

Selanjutnya, cabai hijau 1 kg Rp 35.000, cabai biasa 1 kg Rp 60.000, cabai rawit merah 1 kg Rp 55.000, cabai rawit hijau 1 kg Rp 35.000, ikan asin teri 1 kg Rp 60.000, ketela pohon kayu 1 kg Rp 2.500.

Disamping itu, jagung pipilan kering 1 kg Rp 5.500, ikan mas 1 kg Rp 35.000, ikan tongkol 1 kg Rp 30.000, gula merah 1 kg Rp 21.000, kentang 1 kg Rp 10.000, tomat 1 kg Rp 9.000, wortel 1 kg Rp 8.000, sayur kul 1 kg Rp 8.000 dan gas elpiji 3 kg Rp 18.000. (yan/sut)