MANDIRI SYARIAH

Kepsek di Medan Dituding Homo, Ratusan Ortu Siswa Teken Pemakzulan

oleh -281 views

POSMETROMEDAN.com-Seorang kepala sekolah (Kepsek) pada salahsatu Sekolah Dasar (SD) di Medan dituding sebagai penyuka sesama jenis alias homo. Sejumlah orangtua siswa yang khawatir melakukan demonstrasi meminta kepsek tersebut dicopot alias dimakzulkan.

“Sebenarnya kasus ini sudah lama, bulan 4 kemarin sudah viral di Facebook yang mengunggah semua bagaimana hubungan Pak J (kepala sekolah) dengan Z (teman prianya),” kata salah satu orang tua murid, Raiman, kepada wartawan di Medan, Rabu (23/12/2020).

“Dan kami guru dan orang tua murid berembuk bagaimana caranya kita tidak mau nanti jadi ada korban. Dan ini juga telah diketahui oleh Lurah dan Camat Medan Tuntungan,” sambungnya.

Para orangtua yang menggelar demonstrasi itu membawa sejumlah poster berisi protes soal kepala sekolah tersebut. Salah satu poster itu bertuliskan ‘Kami menolak Kepsek LGBT’.

BACA JUGA..  Pembunuh Aliong Dituntut 15 Tahun, Majelis : Wajahmu Tidak ada Tampang Pembunuh

Raiman menyebutkan, Z mengaku bahwa dirinya punya hubungan khusus dengan J. Hal itu, menurut Raiman, disampaikan di hadapan lurah setempat.

“Karena mereka di hadapan Ibu Lurah pun Saudara Z sudah mengakui bahwa dia punya hubungan badan dan di hadapan kami orang tua murid tanggal 13 April, Z sudah mengakui semuanya,” beber Raiman.

“Dan di tanggal 14 April, kami tidak pernah menelepon Pak J, dia datang sendiri tanggal 14 April di tempat kami kumpul. Di situ diakuinya semua, betul semua apa gambar-gambar di FB benar itu foto dia dan dia punya hubungan sejenis dengan Z. Dia melakukan hubungan sekali, dua kali, beberapa kali tapi ngakunya khilaf. Dia tidak mau dikatakan homo,” lanjutnya.

BACA JUGA..  Karaoke Scorpio Diduga Lapak Edar Ekstasi; Kapolsek Medan Baru Bungkam

Raiman mengaku dirinya sebagai orang tua takut anaknya menjadi korban pelecehan di sekolah. Dia juga mengklaim 300 orang tua siswa meneken pernyataan meminta kepala sekolah diganti.

“Yang kami takuti dengan segala apa yang dilakukan oleh bapak itu, dengan CCTV yang penggunaannya dulu tak seperti ini diarahkan ke kamar mandi dan gerbang ini sangat sulit orang tua murid masuk ke dalam. Jadi ini bentuk ketakutan kita jangan sampai anak kita ada korban. Itulah dari kami,” tutur Raiman.

“Ada surat pengunduran dirinya yang dibuat bulan Juni. Keinginan kita dari awal di hadapan kepsek. Supaya dia pindah, itu aja. Kami mohon dia pindah,” sambungnya.

BACA JUGA..  Uji Kelayakan dan Kepatutan, Komjen Pol Listyo Sigit Perkenalkan Konsep Presisi

Raiman mengaku pihaknya juga sudah berulang kali datang ke Dinas Pendidikan. Namun, katanya, belum ada tindak lanjut terkait masalah yang mereka sampaikan.

“Kita datang lagi ke Dinas Pendidikan, mohon ditindaklanjuti tapi sampai saat ini hanya janji,” sebut Raiman.

Kadis Pendidikan Medan, Adlan, mengatakan pihaknya bakal menindaklanjuti protes para orang tua murid tersebut.

“Ditindaklanjuti,” singkatnya.

Sementara itu, pihak Kecamatan Medan Tuntungan yang merupakan wilayah sekolah itu berada menyatakan telah menyurati Disdik Medan soal masalah yang diprotes orang tua murid.

“Sudah saya surati. Sudah untuk kronologis, untuk dokumentasi sudah saya terima dan teruskan ke Dinas Pendidikan,” kata Camat Medan Tuntungan, Topan Ginting seperti dilansir dari detikcom.(bbs)