Tak Bisa Hubungi Ibu di Medan, Siswi SMA Lompat dari Jembatan

oleh -99 views

POSMETROMEDAN.com – Cemburu melihat teman temannya berkumpul dengan orangtua masing masing, DF (18) kerap teringat dan rindu kepada ibunya yang pindah ke Medan pasca menikah lagi.

Saking rindunya, siswi kelas XII salah satu SMA di Mojokerto ini sangat ingin bertemu sama sang ibu. Namun keinginannya pupus. Sebab nomor ponsel perempuan yang telah melahirkannya tidak bisa dihubungi lagi.

Putus asa, DF nekat coba mengakhiri hidupnya. Dia terjun dari jembatan setinggi sekitar 10 meter yang terdapat di Rejoto, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur.

BACA JUGA..  Selegram Bohay Bali Tewas Bunuh Diri

Berharap tidak ada yang menolong, DF lompat ke Sungai Ngotok anak Kalibrantas pada Minggu (25/10/2020) jelang malam yakni sekitar pukul 18.45 WIB.

Tapi Tuhan ternyata masih sayang kepadanya. DF berhasil diselamatkan warga yang sempat melihat aksinya.

Dia segera dievakuasi ke RSUD de Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Saat dievakuasi korban sempat tak sadarkan diri dan mengalami lecet di bagian tangan.

Kapolsek Prajuritkulon, Kompol M Sulkan mengatakan motif DF loncat dari jembatan karena persoalan keluarga. DF selama ini tinggal di Kota Mojokerto bersama saudaranya. Sementara sang ibu menikah lagi dan menetap di wilayah Medan.

BACA JUGA..  Selegram Bohay Bali Tewas Bunuh Diri

DF mengaku rindu dengan orangtuanya dan saat dihubungi, nomor ponsel ibu kandungnya yang di Medan tak aktif.

“Informasinya, anak ini membandingkan dengan temannya yang bisa berkumpul dengan orangtuanya sedangkan dirinya tidak,” kata Sulkan.

Lanjut Sulkan, DF sempat beberapa kali berkomunikasi dengan ibunya, namun sekarang sudah tidak bisa dihubungi.

“Korban ingin mengunjungi ibunya tapi komunikasi dengan bersangkutan sudah putus dan nomor handphone juga tidak aktif diduga mengakibatkan korban berpikiran buntu sehingga diduga memicu perbuatan yang mencelakai dirinya sendiri,” katanya.

BACA JUGA..  Selegram Bohay Bali Tewas Bunuh Diri

Setelah menjalani perawatan di rumah sakit, DF diperbolehkan pulang. Korban kini diasuh oleh pihak keluarga perempuan yang berjanji menjaga dan mengawasi agar DF tidak melakukan hal yang sama.

“Sudah kami serahkan bersangkutan ke keluarga perempuan yang sanggup mengawasi korban biar tidak melakukan seperti itu lagi (percobaan bunuh diri),” kata dia.(*/ras)