Segera! Kuburan Covid-19 Hadir di Bandar Klippa

oleh -69 views
MELINTAS: Petugas penjaga makam melintas di areal pemakaman khusus untuk jenazah COVID-19 di kawasan Simalingkar B, Medan, Sumatera Utara, Jumat (7/8). (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

POSMETROMEDAN.com – Rencana pengadaan lahan pemakaman korban Covid-19 di Desa Ujung Serdang, Tanjung Morawa, menimbulkan protes hingga penentangan dari berbagai lapisan masyarakat.

Dasar itu pula, mengantisipasi munculnya kekisruan, Pemkab Deliserdang mengambil langkah pemindahan lokasi. Pengajuan penggunaan lahan pun telah diberikan kepada pihak PTPN II.

Berdasarkan kajian pihak Pemkab, lokasi paling memungkinkan untuk pemakaman korban Covid-19 yakni di Pasar 13, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Seituan.

Tidak ingin berlama-lama, alat berat yang sebelumnya berada di Desa Ujung Serdang kini sudah dipindahkan. Padahal, pihak PTPN II belum memberikan jawaban atas pengajuan dimaksud.

BACA JUGA..  Napi Lapas Pancurbatu Positif Covid-19

Menurut Camat Percut Seituan, Khairul Azman Harahap, Gugus Tugas sudah melakukan survei lokasi. Lahannya sekitar 2 Km dari pemukiman masyarakat.

Pun begitu, dirinya tidak memungkiri ada warga tinggal di sekitar lokasi pemakaman.

“Mereka penggarap dan tidak keberatan. Kelompok tani nya juga sudah setuju,” sebut Khairul sembari mengungkap, luas untuk pemakaman Covid-19 di Bandar Klippa ini sekitar tiga hektare.

“Tanahnya ini yang mohonkan Pemkab. Setelah ada riak-riak di Tanjung Morawa saya disuruh Pak Sekda untuk mencarikan lahan. Ya di sini kita anggap tepat dan saya pun langsung lakukan pendekatan sama penggarap,” kata Khairul.

BACA JUGA..  Napi Lapas Pancurbatu Positif Covid-19

“Mereka mau kok dan sama sekali tidak dibayar karena memang nanti akan di tata Pemkab sehingga tanah di sekitar situ pun akan jadi bernilai. Selama ini di situ disewa-sewa kan lahannya, kurang tau saya statusnya sudah Eks HGU atau seperti apa,” sambungnya.

Sementara itu Humas PTPN II, Sutan Panjaitan mengakui kalau Pemkab ada mengajukan perubahan letak. Menurutnya pengajuan sudah masuk sekitar dua minggu. Hanya saja pengajuannya masih diproses pihak direksi.

“Kita kan minta izin ke pemegang saham dulu ya, komisaris lah. Yang jelas, dari Kementerian BUMN ya harus ada izinnya nanti. Yang di Desa Ujung Serdang kita sudah kasih Pemkab untuk dikelola sebenarnya kalau izin belum memang,” kata Sutan.

BACA JUGA..  Napi Lapas Pancurbatu Positif Covid-19

Ditambahkan Sutan, meski belum ada izin namun karena untuk kepentingan negara disebut tidak masalah kalau lahan dikelola karena semuanya sudah dikordinasikan.

“Biasanya kan lihat situasi keperluannya. Kalau untuk korban covid kan tidak bisa ditunda-tunda. Inikan kepentingan negara enggak bisa ditunda dikuburnya. Status tanahnya aku belum tau pasti yang di Bandar Klippa (apakah Eks HGU atau seperti apa),” kata Sutan. (*)