Buruan Polisi Tewas, Warga Serbu Mapolsek

oleh -85 views
MEDIASI : Sejumlah perangkat desa menghadiri mediasi polisi dan masyarakat terkait tewasnya seorang warga dalam aksi penangkapan.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Upaya penangkapan terhadap dua terduga pelaku judi online yang dilakukan tiga personel Polsek Barteng, Selasa (13/10/2020) malam menyulut emosi warga hingga menyerbu mapolsek.

Kemarahan warga ini buntut dari adanya korban jiwa dalam proses penyergapan. Seorang sipil berinisial MH (40) meregang nyawa dengan kondisi kepala pecah, akibat menghindari kejaran petugas.

Kejadian berawal dari penangkapan terhadap I dan MH, yang diduga melakukan perjudian. Saat itu MH berusaha meloloskan diri dengan lari ke Sungai Barumun.

Namun nahas, pria ini jatuh membentur batu. Korban sempat dibawa ke Puskesmas Unterudang tapi nyawanya tidak tertolong.

Mengetahui kejadian itu, warga beramai-ramai mendatangi Mapolsek Barteng sekira pukul 20.45 WIB. Sempat memanas, massa dan pihak kepolisian akhirnya sepakat melakukan mediasi di kantor camat Barteng.

BACA JUGA..  Jangan Ladeni Surat Gubsu Minta Dana

Rabu (14/10/2020) kedua pihak pun bertemu di Kantor Camat Barteng. Mediasi dihadiri Syamsuddin Rangkuti (Camat Barumun Tengah), Kompol JW Sijabat (Waka Polres), dan Kompol Aswin Noor (Kabag Ops) serta PJU lainnya dari Polres Palas, Danramil 10 Binanga Kapt Inf Absoru diwakili Pelda Gusti Harahap, ketua MUI Barteng H Fahri Harahap, Kades Unterudang Ali Amran Hasibuan dan puluhan warga Unterudang.

Mediasi membahas kronologi penggerebekan hingga meninggalnya MH (40) warga Unterudang. Keberatan warga atas penangkapan ini jadi tuntutan mutlak.

BACA JUGA..  Genjot Penguatan Ekonomi, Pemprov Sumut Targetkan 1,5 Juta UKM Terima Bantuan Rp2,4 Juta

Warga juga meminta agar peristiwa ini diproses tuntas. Sebab, menurut warga penangkapan judi online oleh personel Polsek Barteng tidak sesuai prosedur (SOP) kepolisian.

“Seperti yang disampaikan warga kami, tentunya kami berharap ini diproses,” kata Kepala Desa Unterudang, Ali Amran Hasibuan menengahi penyampaian beberapa warga yang turut hadir dalam mediasi, dan menceritakan kronologi yang disaksikan sejumlah warga tersebut.

Selain itu, pihak keluarga juga meminta adanya tanggung jawab moril dan materil terhadap keluarga yang ditinggalkan Almarhum MH. Sepeninggalannya, ada tiga anak dan istri yang ditinggalkan.

“Kami mau menanyakan apa tanggung jawab kepolisian terhadap tiga anak almarhum ini,” tukas H Ismail Hasibuan, selaku orang tua Almarhum.

BACA JUGA..  Driver Gojek Tewas Ditikam Begal, Pelaku Tewas Dimassa

Kasat Reskrim Ipda Aman B Putra menjelaskan dalam mediasi itu, kasus ini sudah ditindaklanjuti. Dan juga melibatkan Propam kepolisian, apakah ada unsur kelalalaian bertugas nantinya. “Kami terbuka dalam penyelidikan ini, saat ini sedang dalam penyelidikan,” kata Ipda Aman.

Sementara Kompol Aswin Noor berharap, permintaan keluarga ini akan dibicarakan secara kekeluargaan.

“Berhubung kita masih dalam suasana duka, apa yang menjadi permintaan keluarga ini, baiknya nanti dibicarakan secara kekeluargaan,” sebut Kompol Aswin. Amatan Metro Tabagsel (grup media ini), mediasi yang dijadwalkan pukul 14.00 WIB itu berlangsung damai. (tan/fi/ras)