4 Warga Aceh Gagal Antar 6 Kilogram Sabu ke Jambi

oleh -179 views
PAPARKAN: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Soenarko memaparkan kasus 6 kg sabu jaringan internasional yang berhasil diungkap Polsek Patumbak.(RAHMAD HARAHAP/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Team Unit Reskrim Polsek Patumbak kembali memutus rantai peredaran narkoba jaringan Internasional. Empat orang diamankan berikut barang bukti sabu seberat 5,980 gram.

Keeempat tersangka yakni MZ alias Nazar (34) dan MR alias Riki (25), keduanya warga Desa Rambung Dalam, Kecamatan Baktia, Aceh Utara. J alias Jas (34) warga Desa Lhokibo, Kecamatan Baktia, Aceh Utara serta Z alias Din (41) warga Desa Batu XII, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara.

“Mereka diamankan dari dua lokasi berbeda yakni simpang lampu merah Jalan Ringroad Medan dan SPBU Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Talawi, Batubara,” ucap Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko didampingi Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza dan Kanit Reskrim, Iptu Philip A Purba dalam press rilisnya di Mapolsek Patumbak, Selasa (27/10/2020) siang.

BACA JUGA..  Nasution Dibacoki Abang di Depan Istri, Kepala Robek

Dikatakan Riko, penangkapan dilakukannya setelah pihak Polsek Patumbak menerima informasi ada transaksi/pengiriman paket yang diduga berisi sabu dari Kota Medan yang akan dibawa ke Provinsi Jambi. Dari situ petugas pun langsung melakukan penyelidikan.

“Selain keempat tersangka, kita juga mengamankan barang bukti berupa Avanza warna silver BK 1401 AU dan Nissan Grand Livina warna hitam BK 1654 ID bersama barang bukti 5980 gram sabu yang disimpan dalam tas ransel dan 7 unit hp,” ungkap Riko.

BACA JUGA..  Ribut Soal Tanah, Sembiring Tewas Ditembak Surbakti

Dari pemeriksaan, tersangka mengaku sudah menjalankan aksinya sebanyak 4 kali dengan total barang bukti 7 kg sabu berhasil lolos dengan pengiriman kota Palembang, Sumatera Selatan.

“Setiap tersangka mengaku mendapatkan upah Rp30 juta per kilogramnya. Jadi sekali lagi saya tegaskan bahwa keempat tersangka tersebut adalah jaringan narkotika Internasional dan memiliki gudang di wilayah hukum Polrestabes Medan,” tegas Riko.

BACA JUGA..  Mengenal Ali Kalora, Otak Pembantaian di Sigi

Lanjutnya, jika kini pihaknya masih mengejar bandar dari para tersangka dan berkordinasi dengan Polda Aceh guna mengungkap peredaran gelap narkoba jaringan tersangka.

“Atas perbuatannya keempat tersangka dipersangkakan melanggar ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati,” pungkas Riko.(mad/ras)