Edy Rahmayadi Ngaku Raja Ulok Tapi Bukan Parulok

oleh

MEDAN – Gubenur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dikenal sebagai pribadi yang blak-blakan. Bicaranya apa adanya, terkadang suka keceplosan.

Pernyataan-pernyataan dalam sambutan atau wawancara dengan jurnalis, acap kali menjadi kontroversi saat tayang di media massa.

Hal yang sama saat dia berbicara di hadapan pengurus PSMS, suporter dan mantan pemain di Gedung Bina Graha Pemprov Sumut, Jumat (12/7/2019).

BACA JUGA..  Curanmor Babak Belur Dikeroyok Warga STM Hilir

Mantan Ketua Umum PSSI ini mengungkapkan banyak hal mulai awal terjun ke PSMS hingga sentilan keras untuk pihak Syukri Wardi yang mengklaim memiliki keabsahan terhadap logo PSMS.

 

Bahkan di sela bicaranya, dia mengungkapkan keinginan membawa Raja Nainggolan, pemain Inter Milan ke Medan. “Saya akan panggil Nainggolan. Saya mau dia di sini. Carikan paribannya di sini,” ucapnya.

BACA JUGA..  Paripurna DPRD, Plt Bupati Langkat Dukung Pencegahan Korupsi

Ini bukan kali pertama Edy bicara soal membawa bintang luar negeri ke Medan, sebelumnya juga dia menyebut rela mendatangkan Cristiano Ronaldo demi PSMS. “Ini kelemahanku, bicaraku (blak-blakan),” ujarnya.

Bahkan soal tata bahasanya ini, Edy mengakui pernah diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk diperbaiki. Dia sempat mencobanya selama tiga bulan, namun tak berhasil.

BACA JUGA..  Cekcok Sedarah di Sumbul, Adik Bacok Abang

“Presiden sudah minta (saya) berbahasa yang baik. Sakit saya. Kembalilah aslinya kayak gini. Wartawan berapa kali marah, tapi kekmana memang kekgini (saya). Walaupun aku raja ulok (ular) tapi tak akan kuulok kalian,” ungkapnya lagi. (nin/pjs/ras)