KARO – Ratusan rumah yang menjadi relokasi mandiri untuk warga Desa Gurukinayan, saat ini belum jelas kelanjutan pembangunannya.
Seperti perumahan yang berasa di Desa Berhala dua, Kecamatan Kabanjahe, kondisinya semakin memprihatinkan.
Perumahan yang berada di tengah perladangan itu terlihat terbengkalai. Bahkan, di sebagian besar rumah ditemui semak belukar karena tidak dihuni.
Menurut keterangan dari seorang warga Sangapta Ketaren, perumahan tersebut dibangun sejak tahun 2016. Dirinya menyebutkan, untuk total rumah yang dibangun di kawasan tersebut sebanyak 171 rumah.
Namun, hingga saat ini warga korban erupsi Gunung Sinabung dari desanya hanya 15 Kepala Keluarga (KK) yang sudah menghuni relokasi ini.
“Kalau saya dari tahun 2017 tinggal di sini. Ya seperti inilah kondisinya, banyak yang kosong. Kalau yang lain enggak tau juga, karena gimana mau dibilang bang, dananyapun mungkin belom ada untuk beres kan rumah,” ujar Sangapta, saat ditemui di sekitar relokasi, Kamis (27/6/2019).
Sangapta mengaku, saat dirinya menempati rumah di kawasan tersebut memang kondisinya sama dengan rumah-rumah yang belum dihuni.
Terlihat, kondisi rumah yang ada di sana bangunannya memang sudah hampir rampung.
Yang terlihat sangat jelas adalah, dinding bangunannya yang belum dilapisi plaster semen. Sehingga susunan batu bata dinding, masih terlihat sangat jelas.
Bahkan, sebagian rumah hanya terlihat bangunan awal, dan belum dipasang daun pintu dan jendela.
“Memang perjanjian awal rumah yang dibangun tidak diplaster, tapi fasilitas lainnya seperti air dan listrik tetap ada. Tapi listrik baru masuk ke sini itu sekitar empat bulan yang lalu,” katanya.
Selain air dan listrik, fasilitas lainnya warga juga harus berbagi saluran pembuangan dari kamar mandi. Dirinya menyebutkan, dari 217 rumah pembuangan kamar mandi berupa septitanknya hanya dua.
Diketahui, relokasi mandiri untuk seluruh warga Desa Gurukinayan yang kurang lebih berjumlah 880an KK tersebar di beberapa wilayah.
Di antaranya di Desa Berhala dua, Desa Sumbul, Kuta Mbelin, Surbakti, Kacaribu, Manuk Mulia, Desa Salit, Desa Singa, dan Desa Suka Nalu Kecamatan Tiga Panah.
Namun kawasan relokasi yang terbesar ada di tiga wilayah, yaitu di Desa Berhala dua, Desa Sumbul, dan Kuta Mbelin. (ris/bdh/pm)












