MEDAN – Mulut mu adalah Harimau mu. Jika tidak pintar bertutur kata, maka akibatnya bisa fatal. Inilah yang dialami seorang juru periksa di Mapolsek Percut Sei Tuan. Dia ditampar anggota Arhanud.
Jika tidak dihalangi rekannya sesama polisi, nyawa Brigadir DS bisa saja melayang. Pasalnya, Praka AC yang saat itu berpakaian sipil, keburu emosi dan mengeluarkan pisau dari balik pinggangnya.
Kejadian tak diinginkan tersebut berlangsung di Mapolsek Percut Sei Tuan pada Sabtu (11/5/2019) kemarin. Bermula ketika Praka AC mendampingi sepupu perempuannya.
Kehadiran mereka untuk menindak lanjuti permohonan pinjam pakai sepedamotor Yamaha Scorpio warna merah BK 3958 CT, yang menjadi barang bukti.
Selanjutnya wanita yang belum diketahui identitasnya tersebut berniat masuk ke dalam ruang penyidik. Namun pintu tidak bisa terbuka karena harus menggunakan kata sandi. Wanita itu akhirnya berupaya mendorong-dorong pintu, namun tak juga terbuka.
Tiba-tiba Brigadir DS keluar membuka pintu dan diduga mengucapkan kata-kata kasar kepada wanita tersebut. Melihat sepupunya dimarahi, Praka AC lantas menghampiri Brigadir DS dan menasehatinya supaya jangan kasar terhadap perempuan.
Keduanya akhirnya terlibat cekcok mulut. Tiba-tiba oknum TNI tersebut memukul rahang kiri oknum penyidik itu. Praka AC selanjutnya mengeluarkan pisau dari balik pinggannya. Di saat bersamaan seorang penyidik, Kevin Tarigan berupaya menghalang-halangi sehingga tangannya terluka karena mengamankan pisau itu.
Tak lama berselang sejumlah Provos Polsek Percut Sei Tuan mengamankan oknum TNI itu. Polisi selanjutnya berkoordinasi dengan Polrestabes Medan dan Pom AU. Atas informasi tersebut Propam Polrestabes dan Pom AU tiba di Polsek dan masuk ke ruangan Kait Reskrim untuk membahas permasalah itu.
Plt Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Subroto yang dikonfirmasi lewat WhatsApp mengatakan, dari pihak Pom TNI AU sudah datang ke Komando. Hasilnya kedua belah pihak sudah berdamai dan tidak saling menuntut.
“Ini salah paham, maklum pada masih muda-muda. Cuma penganiayaan ringan saja,” ujarnya.
Disinggung apa motif penganiayaan itu, Kapolsek mengatakan jika keluarga pelaku masuk aja ke ruang penyidik tanpa permisi, lantas ditegur sama korban.
“Si pelaku (oknum TNI) marah dan mengatakan jangan marahi, itu keluargaku sembari menampar korban sekali. Melihat hal ini korban tidak kenal, makanya anggota lainnya mengamankan pelaku. Hasil geledah ternyata pelaku anggota TNI AU di Lanud Suwondo,” pungkasnya. (sor/ras)












