POSMETRO MEDAN – Kebakaran hebat melanda Toko Roti Rida di kompleks Pasar Tradisional Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Senin (2/11/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Satu unit rumah toko (ruko) yang menjadi tempat usaha sekaligus tempat tinggal tersebut ludes dilalap si jago merah.
Detik-detik kebakaran berlangsung dramatis. Pemilik ruko, R. Nainggolan (61), nyaris terjebak di dalam bangunan sebelum akhirnya berhasil menyelamatkan diri dengan melompat dari lantai dua ke atap seng rumah tetangganya.
Peristiwa itu pertama kali diketahui Nizar, seorang pedagang ayam potong yang hendak membuka dagangannya.
Melihat api mulai membesar, Nizar langsung berteriak meminta pertolongan hingga membangunkan warga sekitar.
Warga yang berdatangan kemudian menggedor pintu ruko untuk membangunkan Nainggolan yang diduga masih tertidur dan belum mengetahui bangunannya terbakar.
Setelah terbangun, Nainggolan bergegas menyelamatkan diri melalui lantai dua.
Dalam situasi genting, ia terpaksa melompat ke atap seng rumah tetangganya demi menghindari kobaran api.
Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Namun, cepatnya api membesar akibat material dan barang dagangan yang mudah terbakar membuat seluruh isi ruko, termasuk perabotan dan barang dagangan, tidak berhasil diselamatkan.
Petugas membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk menjinakkan api sekaligus mencegah kobaran merembet ke ruko di sisi kiri dan kanan bangunan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kejadian, hanya Nainggolan yang berada di dalam ruko, sementara istri dan anaknya berada di ruko lain di Jalan Lima Puluh-Pematangsiantar.
Kebakaran ini menyedot perhatian masyarakat. Kapolres Batu Bara AKBP Dony Satria Wicaksono bersama sejumlah pejabat utama Polres Batu Bara dan Kapolsek Lima Puluh AKP Salomo Sagala turun langsung meninjau lokasi kejadian.
Personel kepolisian juga disiagakan untuk mengamankan lokasi dan mencegah aksi penjarahan terhadap barang-barang milik korban maupun warga yang telah dievakuasi dari ruko sekitar.
Kasi Humas Polres Batu Bara AKP Pardamean Tamba mengatakan, kebakaran diduga dipicu korsleting atau arus pendek listrik.
Akibat kejadian tersebut, kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Usai api berhasil dipadamkan, tim Inafis Polres Batu Bara bersama personel Polsek Lima Puluh langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta memasang garis polisi.
Penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan tempat usaha sekaligus tempat tinggal tersebut.
Editor: Oki Budiman











