Pria yang Hidup di Jalanan Ditemukan Meninggal Dunia

oleh
Petugas melakukan evakuasi terhadap pria yang sering disapa Rimba. (ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN – Warga Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria yang dikenal dengan panggilan Rimba di bawah Titi Jodoh, Kelurahan Pagurawan, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Korban yang selama ini dikenal sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ditemukan sudah tidak bernyawa setelah sebelumnya masih terlihat hidup pada sore hari.

Penemuan itu pertama kali diketahui oleh Napi (40), pemilik toko yang berada tepat di samping lokasi. Ia mengaku sempat melihat Rimba masih bergerak saat membuang sampah pada sore hari.

BACA JUGA..  Pasien Meninggal Usai Diduga Tak Dilayani, Dinkes Sumut: Prosedur Sudah Dijalankan

“Korban sore tadi masih hidup. Tapi saat saya hendak menutup toko sekitar pukul 22.00 WIB, saya lihat kondisinya sudah tidak bergerak,” ujar Napi.

Menyadari ada yang tidak beres, Napi memanggil warga sekitar untuk memastikan kondisi korban. Setelah diperiksa, Rimba dipastikan telah meninggal dunia.

Laporan warga langsung ditindaklanjuti personel Polsek Medang Deras. Polisi bersama Tim Inafis Polres Batu Bara melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebelum mengevakuasi jasad korban ke RSUD H OK Arya Zulkarnain di Kuala Gunung.

BACA JUGA..  Rumah Terbakar Gegara Isi Bensin Dekat Kompor, Suami Istri Dilarikan ke Rumah Sakit

Kapolsek Medang Deras AKP Alfander H. Sagala mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi.

“Mayat telah kami evakuasi ke RSUD H OK Arya Zulkarnain di Kuala Gunung untuk penanganan lebih lanjut. Kami juga telah melakukan olah TKP bersama Tim Inafis Polres Batu Bara,” katanya, Rabu (15/7/2026).

Menurut keterangan warga, Rimba telah hidup menggelandang di kawasan Pagurawan sejak 2017. Selama bertahun-tahun ia berpindah-pindah tempat berteduh, mulai dari samping Apotek Sibas, depan Toko Baju Ramah, rumah kosong, hingga depan SD Negeri 1 Pagurawan.

BACA JUGA..  Paripurna DPRD Hasil Pelaksanaan Reses II Kabupaten Toba Dilaksanakan

“Nama aslinya kami kurang tahu. Semua orang memanggilnya Rimba. Tubuhnya sedang, rambutnya gondrong, kulitnya putih. Kemungkinan dia meninggal karena sakit dan kelaparan, tapi kami juga belum tahu pasti,” ujar Melodya, warga setempat.

Hingga kini, penyebab pasti kematian Rimba masih menunggu hasil pemeriksaan medis. Peristiwa ini menyisakan duka sekaligus menjadi potret memprihatinkan tentang nasib seorang pria yang bertahun-tahun hidup sebatang kara di jalanan tanpa kepastian perlindungan maupun perawatan.

Editor: Oki Budiman