POSMETRO MEDAN – Militer Pakistan kembali melancarkan serangan udara mematikan di negara tetangganya, Afghanistan. Pejabat pemerintah Afghanistan mengatakan bahwa serangan itu menewaskan sedikitnya 13 orang.
“Semalam, militer Pakistan kembali melanggar wilayah udara Afghanistan dan membombardir rumah-rumah warga sipil di provinsi Kunar, Khost, dan Paktika,” tulis juru bicara utama pemerintahan Taliban di Afghanistan, Zabihullah Mujahid di media sosial X.
Sementara itu, pemerintah Pakistan mengatakan bahwa serangan udara negara tersebut menewaskan 26 militan di daerah perbatasan Afghanistan.
“Setelah insiden teroris baru-baru ini di Pakistan…. serangan yang tepat dan terukur dilakukan di sepanjang daerah perbatasan Pakistan-Afghanistan terhadap tempat persembunyian dan tempat perlindungan,” tulis Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar di media sosial X.
Dia menambahkan bahwa 26 militan yang terkait dengan kelompok militan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) tewas dalam serangan tersebut. Ia tidak berkomentar tentang korban sipil yang dilaporkan otoritas Afghanistan.
Sebelumnya, Islamabad telah berulang kali mengatakan bahwa serangan terhadap Afghanistan ditujukan kepada para militan yang telah melakukan serangan di wilayahnya. Islamabad juga menyatakan bahwa mereka tidak sengaja menargetkan warga sipil.
Serangan tersebut merupakan yang paling mematikan dalam beberapa minggu terakhir, setelah periode relatif tenang di perbatasan setelah konflik antara kedua negara meletus pada akhir Februari.
Setidaknya 372 warga sipil Afghanistan tewas dan 397 lainnya terluka selama tiga bulan pertama tahun ini, menurut laporan PBB yang diterbitkan bulan lalu.
Hubungan antara Pakistan dan Afghanistan tegang sejak Taliban kembali berkuasa untuk kedua kalinya pada tahun 2021. Masalah keamanan telah terbukti menjadi titik permasalahan, terutama tuntutan Pakistan agar Afghanistan menindak kelompok militan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP).
Islamabad menuduh pemerintah Taliban melindungi para militan, khususnya TTP, yang telah melancarkan kampanye kekerasan terhadap Pakistan selama bertahun-tahun.
Para pejabat Afghanistan membantah tuduhan tersebut, serta balik menuding Pakistan melindungi kelompok-kelompok yang bermusuhan dan tidak menghormati kedaulatannya.(dtk)












