Viral di Medsos, Rombongan Emak-Emak Geruduk Kafe Remang-remang di Desa Hutaraja

oleh
Aksi geruduk cafe

POSMETRO MEDAN – Rombongan emak-emak dan warga melakukan aksi penutupan dengan membawa spanduk, berisikan melarang mendirikan tempat ataupun mengoperasikan hiburan malam, di Desa Hutaraja, Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbahas.

 

Aksi yang dilakukan sejumlah emak-emak ini, viral di media sosial, Senin (01/06/2026).

Dalam video tersebut, rombongan emak-emak ini mengungkapkan, kekecewaan lantaran dianggap sudah meresahkan.

Karena aktifitas kafe remang-remang di desa mereka menimbulkan kebisingan , kafe juga disinyalir sebagai penyedia jasa wanita untuk lelaki hidung belang.

” Kami dari masyarakat desa hutaraja, datang mendapatkan kalian dikarenakan , ada isu dan kenyataan yang ada warung tuak ditempat ini yang mengadakan warung tuak ikut yang ada watresnya maupun pelayanannya , kami menyampaikan keberatan, karena kami terasa terganggu ,apalagi kam masyarakat desa hutaraja tidak pernah mengijinkan adanya membuka warung tuak yang menyediakan jasa wanita , kami meminta agar warung ini ditutup,” ucap salah seorang warga sembari diteriaki emak-emak, tutup kafe, tutup kafe.

BACA JUGA..  Hadi Suhendra Bantah Kabar Meninggal Dunia yang Viral di TikTok: Saya Sehat Walafiat

Dalam video itu yang telah beredar luas, perwakilan dari orangtua atau tokoh masyarakat Desa Hutaraja juga menyebutkan, bahwa Desa Hutaraja adalah desa adat, dan desa yang tahu hukum.

” Kami tidak mau di desa kami ini ada usaha seperti ini, karena desa kami desa adat ,dan kami orangtaua tahu hukum,” tegas salah seorang orangtua dari Desa Hutaraja.

BACA JUGA..  Pesta Malam Berujung Penangkapan, 27 Pengunjung THM Positif Narkotika

Selain itu, menurut mereka lagi, dampak aktifitas dari kafe remang-remang telah mengganggu, serta kenyamanan warga sekitar, mulai dari jam istirahat, dan mengganggu istirahat anak-anaknya.

” Sangat terganggu , kenyamanan dan keamanan kami, karena apa ,usaha ini menjual tuak pada malam hari dibarengi dengan suara musik yang sangat keras dan mengganggu istirahat kami , apalagi mengganggu istirahat anak anak kami,” sebut mereka.

Dalam video itu juga lagi, warga secara tegas meminta untuk segera menutup , dan tidak ada lagi aktifitas.

BACA JUGA..  Perang Narkoba di Tapteng, 8 Tersangka Tumbang dalam 14 Hari

Bahkan mereka menyebutkan, tidak melarang para pengusaha untuk membuka usaha di desa mereka asalkan usaha yang positif.

” Kami meminta usaha ini, ditutup. Bukan kami larang membuka usaha didesa kami, tetapi usaha yang membangun harkat dan martabat didesa hutaraja utk hal yang positif , anak anak ini adalah harapan kami, tapi kalau anak anak kami rusak karena usaha kalian kemana lagi, jadi kami minta kepada kalian utk menutup usaha kalian,” tambah mereka lagi.

Video tersebut langsung menyita perhatian publik dan mendapatkan respon yang beragam dari warganet.ds

EDITOR : Putra