Membunuh di Tembung, Ketangkap di Aceh

oleh
oleh
Pelaku diboyong polisi dari lokasi penjemuran kopi di Bener Meriah, Aceh.

POSMETRO MEDAN – Pelarian Zulham Efendi (35) usai membunuh kerwbatnya di kawasan Tembung,, berakhir di Bener Meriah, Aceh.

Dia ditangkap personel Polsek Medan Tembung saat menjemur kopi. Petugas sempat kesulitan menemukannya, sebab Efendi mengubah potongan rambutnya.

Kapolsek Medan Tembung, Kompol Ras Maju Tarigan, mengatakan usai melakukan penganiayaan yang mengakibatkan Ishak (55) meninggal dunia, Zulham langsung melarikan diri dan memutus seluruh akses komunikasi.

BACA JUGA..  Pelaku Curanmor Dibekuk, Uang Hasil Curian Habis Foya-Foya & Narkoba

“Kami sempat melakukan pendekatan kepada keluarga agar menyerahkan pelaku, namun keluarga akhirnya mengaku tidak sanggup menghadirkannya,” ujar Ras Maju, Senin (6/4/2026).

Polisi tidak berhenti di situ. Pihaknya terus melakukan penyelidikan intensif selama lebih kurang satu minggu.

“Nomor handphone tidak ada, jejaknya berusaha dihilangkan. Saya sempat cek terakhir handphone berada di daerah Helvetia. Tapi anggota terus melakukan penyelidikan hingga akhirnya mendapat titik terang,” katanya.

BACA JUGA..  Beraksi di 20 TKP, Spesialis Curanmor Ditembak

Hasil pengejaran membuahkan hasil, Rabu (1/4/2026). Polisi bekerja sama dengan Satreskrim Polres Bener Meriah berhasil menangkap Zulham, saat sedang bekerja menjemur kopi.

“Tersangka kami amankan saat sedang bekerja sebagai penjemur kopi. Dalam penangkapan tidak ada perlawanan, dan yang bersangkutan mengakui perbuatannya,” ucap Ras Maju.

Selain kabur ke luar provinsi, Zulham juga berupaya menyamarkan identitas dengan memangkas rambutnya, karena saat kejadian penampilannya berambut panjang.

BACA JUGA..  Dua Kurir Sabu 'Nyangkut' di Polres Dairi

“Setelah kejadian dia memangkas rambut untuk menyembunyikan identitasnya agar tidak mudah dikenali,” tuturnya.

Ras menambahkan, pihaknya juga sempat berkoordinasi dengan aparat desa dan keluarga untuk menangkap Zulham. Pasalnya, antara tersangka dan korban masih memiliki hubungan saudara jauh.

“Masih ada hubungan keluarga, kakek mereka sepupuan. Karena itu kami sempat menempuh pendekatan persuasif kepada keluarga dan aparat desa agar pelaku menyerahkan diri,” ujarnya.(bbs)