Boru Simaremare Digorok Kekasih

oleh
oleh
Polisi menginterogasi pelaku pembunuhan Maria Simaremare.

POSMETRO MEDAN – Nasib tragis dialami Maria Simaremare (38). Staf Bawaslu OKU Selatan, Sumatera Selatan, ini tewas digorok kekasihnya.

Maria tewas di kontrakannya di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua.

Jasad Maria pertama kali ditemukan oleh warga sekitar yang curiga karena korban tidak terlihat beraktivitas sejak sehari sebelumnya dan tidak merespons saat dipanggil.

Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di dalam kamar. Warga lalu melaporkan temuan tersebut ke pihak kepolisian.

Petugas kemudian melakukan pengamanan lokasi hingga pengumpulan keterangan saksi di sekitar tempat kejadian.

Dari hasil pemeriksaan awal di TKP, polisi menemukan adanya luka serius di bagian leher korban.

Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Muaradua untuk menjalani Visum et Repertum (VER) guna memastikan penyebab kematian secara ilmiah.

BACA JUGA..  Polisi Masih Usut Kasus Kematian Bayi, Orang Tua Dititip ke Rumah Dinsos

Polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban. Jenazah Maria kini telah dimakamkan di Bagan Batu, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan dokter forensik, terdapat luka yang bervariasi pada tubuh korban.

Pada pemeriksaan luar terdapat luka memar pada dahi serta bahu kanan dan kiri. Terdapat luka lecet pada dagu, lengan kanan bawah, serta bibir bagian atas dan bawah pola cetakan gigi.

Terdapat juga bintik perdarahan pada kelopak atas bawah mata kanan dan kiri, serta pada seluruh wajah. Kebiruan pada ujung jari tangan kanan dan kiri, terdapat pucat pada ujung jari dan kaki, serta luka terbuka yang sudah dijahit dengan 33 jahitan.

BACA JUGA..  Pembunuhan di Areal Kebun PT Socfindo, Lengan dan Kepala Korban Dibacok

Sedangkan untuk pemeriksaan dalam, luka yang ditimbulkan tergolong serius yang mengindikasikan korban mengalami kekerasan cukup berat.

Dokter forensik RS Bhayangkara Moh Hasan menemukan resapan darah pada bagian dalam kulit kepala korban yang menunjukkan adanya benturan keras.

Selain itu, terdapat kerusakan fatal pada saluran pernapasan yang terputus disertai patah tulang leher.

Pemeriksaan juga menemukan bintik-bintik perdarahan pada permukaan organ vital seperti paru-paru, jantung, dan hati, yang mengindikasikan adanya tekanan atau trauma hebat sebelum korban meninggal dunia.

Sempat melarikan diri, pelaku pembunuhan cewek asal Bagan Batu, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, tersebut akhir berhasil ditangkap tiga hari kemudian di Kota Palembang.

BACA JUGA..  KRL Ditabrak KA Argo Bromo di Bekasi, 4 Orang Tewas

Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana, mengatakan, pembunuhan terjadi pada Rabu (25/3/2026) lalu. Dan pelaku Suharlan diciduk pada Sabtu (28/3/2026).

Disebutkan, kasus ini bermula dari cekcok antara korban dan pelaku. Suharlan tersinggung atas ucapan korban sehingga nekat menghabisi nyawa kekasihnya.

Setelah memastikan korban meninggal, pelaku berusaha menghilangkan jejak dengan membersihkan darah di tubuhnya.

Ia kemudian membawa kabur sejumlah barang milik korban, di antaranya laptop, handphone, dompet berisi uang tunai Rp700 ribu beserta dokumen penting, serta sepeda motor milik korban.

Jejak Suharlan juga sempat terlihat oleh salah satu saksi saat mengunci rumah dan meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor korban.(bbs)