Aksi Solidaritas Centre Kuphie untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

oleh
Aksi solidaritas bantu korban bencana.

POSMETRO MEDAN – Sejumlah komunitas dan para pengunjung tetap Café Centre Kuphie Premium, Jalan Hasanuddin, Kelurahan Kartini, Kecamatan Binjai Kota, menginisiasi aksi penggalangan dana untuk membantu warga Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir parah dalam beberapa hari terakhir.

Bencana banjir di Aceh Tamiang diketahui dipicu oleh intensitas hujan ekstrem akibat dampak badai siklon yang menyebabkan meluapnya sejumlah sungai serta merendam ribuan rumah warga.

Kondisi tersebut menarik perhatian berbagai pihak, termasuk komunitas tongkrongan Centre Kuphie, yang tergerak untuk turun tangan memberikan bantuan.

Aksi solidaritas ini dilakukan secara spontan dan mendapat respons positif dari para pengunjung, dalam waktu singkat donasi mulai terkumpul dari berbagai kalangan yang ingin turut meringankan beban para korban.

BACA JUGA..  Tingkatkan Sinergi Pembangunan, Bupati Samosir Hadiri Musrenbang RKPD Provinsi Sumut 2027

Tengku Mustafa Atthasi atau Wak Mus, salah satu penggagas kegiatan, mengatakan gerakan tersebut berangkat dari keprihatinan bersama atas kondisi warga di lokasi bencana.

“Kami yang setiap hari berkumpul di Centre Kuphie merasa terpanggil untuk membantu saudara-saudara kita di Aceh Tamiang. Dari tempat sederhana ini, kita ingin menunjukkan bahwa kepedulian bisa dimulai dari mana saja,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).

Ia menambahkan bahwa ruang tongkrongan tidak hanya menjadi tempat bersantai, tetapi juga dapat melahirkan gerakan kemanusiaan yang bermanfaat.

BACA JUGA..  Inalum Salurkan Bantuan untuk Samosir, Bupati Vandiko Dorong Keberlanjutan Program

Hal senada disampaikan Zulkarnain Nasution, anggota komunitas Centre Kuphie yang berprofesi sebagai pengacara, Dia menilai aksi tersebut merupakan wujud solidaritas lintas profesi.

“Di sini kami berasal dari latar belakang berbeda ada pengusaha, pekerja, mahasiswa, maupun profesional, Namun ketika ada saudara kita dilanda musibah, seluruh perbedaan ituhilang dan disatukan oleh semangat solidaritas,” ujarnya.

Zulkarnain juga menekankan pentingnya menjaga rasa empati di tengah kondisi bencana yang dapat terjadi kapan saja.

Sementara itu, salah satu donatur, Eko Pesta, mengaku tergerak setelah melihat kondisi banjir yang cukup memprihatinkan di lapangan. “Bantuan kami memang tidak besar, tetapi kami berharap tetap bisa memberikan manfaat,” katanya.

BACA JUGA..  Targetkan Percepatan Sekolah Rakyat, Bupati JTP kunjungi Kemensos ‎

Donasi yang terkumpul berupa mi instan, air mineral, pakaian layak pakai, roti kering, dan makanan siap saji lainnya. Rencanya bantuan tersebut akan disalurkan melalui jaringan relawan yang telah berkoordinasi, dan rencananya diserahkan langsung kepada warga terdampak pada Minggu (7/12).

Mereka berharap aksi sederhana tersebut dapat menginspirasi komunitas lain untuk ikut peduli dan membangkitkan semangat saling bergotong royong.

Foto: Anggota komunitas Centre Kuphie saat berkumpul dan menginisiasi penggalangan dana untuk korban banjir Aceh Tamiang.(dyka.p)

EDITOR : Putra