POSMETRO MEDAN – Inflasi di Sumatera Utara ( Sumut) menjadi tertinggi di Indonesia salah satunya Kabupaten yang mendongkrak nilai ini adalah Kabupaten Deli Serdang. Dimana harga pangan khususnya beras dan cabai merah melonjak drastis. Harga pangan lain juga mengalami kenaikan meski tak sesignifikan lonjakan harga beras dan harga cabai merah.
Harga cabai merah saat ini menyentuh harga 70 hingga 80 ribuan bahkan sempat Rp 100 ribuan perkilo gram. Sementara beras harga normal Rp 11-12 ribuan perkilo kini di harga Rp 14 ribuan perkilo bahkan sempat mencapai Rp 18 ribuan perkilo beberapa bulan sebelumnya.
Selain Kabupaten Deli Serdang yang inflasinya tinggi juga ada disebutkan oleh Kemendagri seperti Labuhan batu ,Pasaman Barat, tembilahan, Kampar ,tolitoli dan kerinci. Padahal daerah ini tidak ada kesulitan untuk jalan distribusi bahan pangan.
Merespon teguran dari Pusat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang mengambil langkah dalam mengendalikan inflasi daerah. Salah satu upaya yaitu dengan mendirikan Toko Pengendali dan Pantau Inflasi (TOPPIS) di Pasar Kota Tua (Old Town), Kecamatan Deli Tua.
Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan menjelaskan, saat ini inflasi Kabupaten Deli Serdang per September 2025 mencapai 6,81 persen. Angka tersebut jauh di atas rata-rata nasional.
Kehadiran TOPPIS diharapkan mampu menjadi instrumen pengendali harga bahan pokok, sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Bahan pokok yang dijual di antaranya beras, cabai, telur, minyak goreng, dan gula putih. Khusus cabai, masyarakat bisa melakukan tebus murah Rp1 dengan membeli beras SPHP. Syaratnya pembayaran dilakukan melalui QRIS.
“Inflasi Deli Serdang saat ini masih tergolong tinggi, salah satu penyumbangnya adalah cabai. Konsep Rp1 ini hasil kerja sama dengan Bank Indonesia, sementara Bulog menyediakan pasokan berasnya. Semoga langkah ini bisa menstabilkan harga cabai yang masih tinggi,” ujar Bupati.
Bupati mengungkapkan pasokan cabai merah diambil langsung dari petani di Kecamatan Beringin sebagai wilayah sentra cabai merah di Deli Serdang.
Saat peninjauan harga di pasar Deli Tua, Bupati menyebutkan, harga cabai merah terpantau bervariasi dari harga Rp70 ribu hingga Rp85 ribu per kilogram.
“Hari ini saya ke Pasar Deli Tua untuk mengecek langsung harga-harga. Terutama cabai. Ternyata bervariasi. Saya juga temukan bahwa di Pasar Deli Tua tidak menjual beras. Inilah yang menjadi salah satu pemicu kenaikan harga tersebut,” tambahnya.
Dengan adanya TOPPIS, Bupati berharap, harga-harga komoditas, terutama pemicu inflasi bagi Deli Serdang bisa turun dan terkendali serta menjadi pilihan masyarakat.
“Program ini akan berjalan hingga akhir tahun. Untuk tahun depan kita belum tahu akan berlanjut atau tidak. Tapi yang pasti program yang dilakukan Pemkab Deli Serdang akan terus ada hingga Desember. Semoga satu-dua bulan terakhir ini harga dapat terkendali,” pungkas Bupati.
Sebelumnya, Bupati mengaku telah melakukan operasi pasar di seluruh kecamatan, serta membuka titik penanaman cabai baru di Sibolangit seluas 10 hektare untuk memperkuat pasokan. ( Wan)
EDITOR : Rahmad












