POSMETRO MEDAN – Lebih dari 20 warga sipil, termasuk anak-anak, tewas dalam serangan udara di sebuah vihara di Myanmar pada Jumat (10/7/2025) pukul 01.00 dini hari waktu setempat di Desa Lin Ta Lu, Sagaing.
Sebanyak 22 orang disebutkan tewas, tiga di antaranya merupakan anak-anak. Sementara dua orang lain mengalami luka-luka dan masih dalam kondisi kritis di rumah sakit.
“Mereka mengira aman untuk tinggal di vihara Buddha. Tapi mereka tetap dibom,” ujarnya.
Seorang warga setempat juga ikut mengkonfirmasi bahwa aula vihara tersebut hancur total. Ia juga mengaku melihat beberapa jenazah dimasukkan ke dalam mobil untuk dimakamkan.
“Banyak jenazah mengalami luka di kepala. Sungguh menyedihkan melihatnya,” ujar warga tersebut, yang juga tak ingin disebutkan namanya.
Wilayah Sagaing sendiri merupakan episentrum gempa dahsyat berkekuatan 7,7 SR yang melanda Myanmar pada Maret lalu. Setelah gempa, muncul dugaan gencatan senjata antara junta dan kelompok bersenjata. Tapi, serangan udara dan pertempuran terus berlanjut.(bbs)











