Problem Ekonomi, Buruh di Sergai Gantung Diri

oleh
Teks foto : Jenazah Sutrisno korban gantung diri. (ISTIMEWA/POSMETRO) 

POSMETRO MEDAN  – Puluhan warga yang menetap di Dusun III, Desa Simpang Empat Cempedak Lobang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), digemparkan atas temuan jasad Sutrisno (43) yang menggantung di rumahnya, Senin (2/6) pagi.

 Diketahui, korban sehari-hari bekerja sebagai buruh. Ia pertama kali ditemukan Oleh istinya bernama Samila, saat pulang ke rumah sekitar pukul 10.00 WIB.

 Kepada awak media, Plt. Kasi Humas Polres Sergai, Iptu LB Manullang, temuan jenazah gantung diri tersebut.

BACA JUGA..  Sungai Lantasan Lama Rengut Nyawa Remaja

 “Korban atas nama Sutrisno terpaksa mengakhiri hidupnya sendiri dikarenakan faktor ekonomi yang mendesaknya,” jelas Manulang, Senin (2/5).

 Awalnya, istri korban bersama anak mereka berangkat untuk bekerja dan sekolah, sementara Sutrisno berada di dalam rumah.

 “Kemudian sekira pukul 10.00 WIB, istri korban saat kembali ke rumah dan hendak membuka pintu, melihat korban telah tergantung menggunakan sebuah tali yang terikat di tiang rumah. Seketika istrinya terkejut dan menjerit,” ujar Kasi Humas.

BACA JUGA..  Rumah Pengusaha Manggis Dilahap Api

 Teriakan istri korban mengundang perhatian tetangga sekitar, yang segera datang melihat kondisi korban.

 “Teriakan dari istri korban, mengundang kedatangan tetangga sekitar rumah dan melihat keadaan korban yang masih menggantung,” lanjut Manulang.

 Beberapa warga yang telah berada di rumah korban kemudian menghubungi Kepala Dusun (Kasus) III, Siswanto, melalui sambungan telepon untuk melaporkan kejadian tersebut.

 Kepergian korban meninggalkan seorang istri dan 2 (dua) orang anak yang masih berstatus pelajar.

BACA JUGA..  Warga Gayo Diterkam Harimau

 “Kadus langsung datang kemudian segera menghubungi Polsek Firdaus jajaran Polres Sergai melalui petugas Bhabinkamtibmas Desa Firdaus,” terang Iptu Manullang.

 Tak lama kemudian, personel Polsek Firdaus bersama Tim Inafis Polres Sergai datang ke lokasi guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan awal.

 Akan tetapi, pihak keluarga menyatakan keberatan untuk dilakukan otopsi dan telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.

Sumber : Random
Editor : Oki Budiman