POSMETRO MEDAN – Puluhan warga binaan Lapas Biaro atau Lapas Kelas IIA Bukittinggi keracunan minuman keras (Miras) oplosan. Satu orang tewas, empat sekarat dan beberapa lagi dalam perawatan intensif.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat, Marselina Budiningsih menjelaskan para korban keracunan oplosan alkohol parfum.
Bermula saat salah seorang warga binaan mengambil sisa alkohol pembuat parfum (program kemandirian warga binaan), lalu mencampurnya dengan minuman kemasan dan selanjutnya diminum Bersama-sama.
“Lapas ada program kemandirian membuat parfum. Parfum tersebut bahan bakunya adalah alkohol 70 persen,” jelas Marselina dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (1/5/2025).
“Dari sisa pembuatan (parfum) sekitar 200 mili diambil tanpa seizin petugas untuk membersihkan tato. Akan tetapi disalahgunakan, bukan untuk membersihkan tato, tapi digunakan untuk minuman. Dicampur dengan minuman sachet dan es batu, lalu diminum bersama-sama,” tambahnya.
Saat menikmati minuman oplosan itu, para napi mulai merasakan sakit. “Saat ini kondisinya (warga binaan yang dilarikan ke rumah sakit) satu orang meninggal dunia, 2 orang menggunakan ventilator, 2 pengawasan intensif, 8 orang observasi,” jelasnya.(bbs)












