POSMETRO MEDAN – Kebijakan sekolah mengenakan biaya baju batik dan kaos olahraga untuk siswa SMPN1 Perbaungan dapat sorotan tajam. Betapa tidak, seorang siswa dipatok Rp350 ribu.
Terkait hal ini, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Perbaungan Putu Zulvi Setiawan menyampaikan bahwa harga baju batik dan Kaos olahraga Rp 350.000,-/siswa masih terbilang relatif, tergantung sudut pandang
“Perihal harga seperti itu masih relatif tergantung sudut pandang,” kata Putu.
Piihaknya mengaku bekerjasama dengan Toko Cahaya yang beralamat di Kecamatan Perbaungan.
“Silahkan saja konfirmasi ke toko cahaya pak,” kata Putu.
Menanggapi hal tersebut ketua DPD WGAB SUMUT (Wadah Generasi Anak Bangsa) Gerson Siringoringo menyampaikan, mengaku tak habis pikir melihat kelakuan para oknum di sekolah itu.
“Di masa-masa pemulihan ekonomi setelah negara dilanda pandemi covid, kok tega teganya kepsek sampaikan harga baju batik dan kaos olahraga Rp 350.000,-/siswa masih relatif. Mungkin baginya duit segitu gampang, tapi bagi yang ekonomi lemah buat makan aja sudah syukur,” kata Gerson.
Gerson minta agar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai mengkaji ulang tentang harga baju di sekolah SMP Negeri 1 Perbaungan agar distabilkan dan juga sekolah dilarang berbisnis.
“Kalau hal ini berlarut dan tidak segera ditindaklanjuti pihak dinas pendidikan maka kami dan lembaga WGAB minta Polres Sergai dan tim saber pungli periksa kepala sekolah dan rekan kerja sama penyedia baju batik dan kaos olahraga tersebut,” tandas Gerson.
Sampai saat berita ini ditayangkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai Suwanto Nasution Spd MM belum dapat dikonfirmasi.
REPORTER: Dippan Hutauruk












