Diduga Korban Penganiayaan, Gadis 12 Tahun Meninggal Dunia Tidak Wajar

oleh
Inilah suasana rumah duka sebelum AK dikebumikan. Diduga korban meninggal dunia akibat dianiaya. (Ridwan Manurung/Posmetromedancom)

POSMETROMEDAN.com – Diduga korban penganiayaan, seorang gadis  perempuan berinisial AK, 12 tahun meninggal dunia di Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara. Keluarga curiga, kematian tersebut ada kaitannya dengan pengasuh korban.

Gadis kecil yang masih duduk di bangku kelas 5 SD itu dinyatakan meninggal oleh tim media Rumah Sakit Umum (RSU) Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi, pada Rabu (15/2/23) pukul 11.00 WIB kemarin.

Pantauan dan konfirmasi wartawan Posmetromedan.com, korban adalah warga Jalan, Sei Kelembah Lingkungan 07, Kelurahan Durian, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi. AK adalah anak pasangan isteri kedua Dedi Alkamah (41).

Selama ini korban AK tidak tinggal bersama orangtuanya, karena ayah dan ibunya sudah cerai. AK diketahui tinggal bersama pengasuhnya, yang biasa disebut (dipanggil) Uwak Masker.

BACA JUGA..  Gedung Pelepasan Jemaah Haji di Asrama Haji Medan Kupak Kapik

Kecurigaan kejanggalan kematian AK berawal saat keluarga memandikan jenazah. Saat itu keluarga melihat ada kejanggalan di kemaluan, dubur dan luka memar di punggung korban. Dengan melihat kondisi korban tersebut, pihak keluarga membawa jenazah AK ke Rumah Sakit  Bayangkara untuk dilakukan visum terhadap jenazah.

Keterangan diperolwh dari Mariani (49)– sepupu nenek korban– menjelaskan, bahwa korban AK kurang lebih 1 tahun terakhir tinggal bersama dengan Uwak Masker.

“Kami Rabu semalam dikabari yang mengasuh AK, kalau AK sakit dan sudah dirawat di RSU Kumpulan Pane, sekitar pukul 12.00 WIB karena saya mau wirid jadi saya bilang, Iya nanti saya lihat ke sana. Tapi sebelum saya siap wirid sekitar pukul 14.00 WIB saya ditelpon sama anak saya kalau AK sudah meninggal,” kata Mariani.

BACA JUGA..  Jadi Tersangka, Direktur CV Rizky Amanda Pemborong di Pemkab DS Belum Ditahan

“Setelah kami sampai RSU Kumpulan Pane pihak Rumah sakit mengatakan kalau AK sudah meninggal pukul 11.00 WIB. Kami curiga sama yang mengasuh AK pak. Selama ini AK tinggal dengan uwak masker panggilannya di sini, kalau nama aslinya saya tidak tahu. Karena dulu dia tinggal dekat rumah kami dan sudah dua bulan ini dia pindah dari sini dan AK ikut dengan mereka,” tambah Mariani.

Dijelaskan Mariani lagi, Semula AK sempat tinggal dengan kakek dan nenek kandungnya, dua tahun silam neneknya meninggal dunia dan Angel tinggal dengan kakeknya saja. Karena uwak masker sebagai tetangga AK memilih tinggal dengannya.

BACA JUGA..  Lagi, Polrestabes Medan Ungkap Sindikat Narkoba Internasional Vape, Sabu, Hingga Ekstasi Berjumlah Besar Disita

Sementara itu, Dedi Alkamah ayah korban saat ditemui di RS Bayangkara dia terlihat kesal dengan pengasuh AK selama ini dan dia tidak terima dengan kondisi anaknya.

“Saya terkejut mengetahui kabar kondisi anak saya ini bg, semalam saya dapat kabar meninggal anak saya, saya sudah ihklas, tapi saat di kabarkan Bilal mayit yang memandikan anak saya saya tidak terima bg,” kata Dedi.

“Saya berharap anak saya divisum dan dicari tahu apa yang menyebabkan anak saya meninggal, kalau bisa ditangkap yang mengasuh anak saya” harap Dedi. (*)

Reporter: Ridwan Manurung
Editor: Maranatha Tobing