2 Tahun Buta, Roni Berharap Uluran Tangan Dermawan dan Pemkab Deliserdang

oleh
MENGADU : Roni Ansyah (kiri) didampingi Aktivis Pemerhati Kesehatan Masyarakat Sumut, Yapip Hakim Lubis di Graha Pena Medan, Rabu (23/4/2021).(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Pada awalnya, kehidupan Roni Ansyah (31) normal sama seperti orang lainnya.

Namun sejak terjatuh dikamar mandi pada Desember 2018 lalu, kehidupan Roni berubah total.

Pria yang tinggal di Dusun I Desa Nogorojo, Kecamatan Galang, ini harus kehilangan pekerjaannya serta mengalami gangguan penglihatannya.

Kini, Roni pun sudah mengalami kebutaan total selama 2 tahun.

Pria yang memiliki 3 orang anak ini pun berharap uluran tangan para dermawan, Pemkab Deliserdang, dokter maupun yayasan untuk membantu pengobatan matanya.

BACA JUGA..  Peringati HUT ke-436 Kota Medan, Pemko Medan Harus Mampu Wujudkan "Maju untuk Semua"

Diceritakan Roni, awalnya dirinya bekerja sebagai karyawan di pabrik minuman dikawasan KIM Star Tanjung Morawa.

Namun saat pulang bekerja, dirinya terjatuh di kamar mandi dan pelipis matanya membentur bak mandi.

“Awalnya saya masih bisa melihat dan bekerja seperti biasa. Namun hari kedua, mata saya mulai kabur saat ditempat kerja. Dan saat sampai di rumah, mata saya sama sekali tidak bisa melihat,” ungkap Roni didampingi Aktivis Pemerhati Kesehatan Masyarakat Sumut, Yapip Hakim Lubis di markas www.posmetromedan.com, Rabu (23/6/2021).

BACA JUGA..  Memiliki Nilai Ekonomi, Andreas Pandapotan Purba Ajak Warga Kelola Sampah

Dijelaskan Yapip, dari kejadian tersebut, Roni pun sempat berobat dan menanam silikon dibagian matanya agar bisa melihat.

“Saat ditanam silikon, dia (Roni) bisa melihat tapi gak jelas (buram). Lalu dokter menyarankan agar silikonnya diangkat dengan syarat rutin melakukan check up agar penglihatannya dapat kembali normal,” ungkap Yapip.

Seiring berjalannya waktu, Roni pun tak bisa melakukan check up lantaran terbentur masalah biaya.

BACA JUGA..  Di Forum Pangan Nasional APEKSI, Rico Waas Dorong Kerja Sama Antardaerah Atasi Keterbatasan Lahan

Dan sejak Agustus 2020, Roni pun sudah tidak bisa melihat sama sekali alias buta.

“Istrinya bekerja sebagai buruh cuci dengan penghasilan 900 ribu setiap bulannya. Terkadang dia membantu demi bisa menghidupkan 3 orang anaknya yang masih kecil-kecil,” tutur Yapip.

“Oleh sebab itu kami sangat berharap para dermawan, dokter, yayasan maupun Pemkab Deli Serdang bisa membantu Roni untuk pengobatan matanya agar bisa melihat kembali,” pungkasnya.(mad)