POSMETROMEDAN.com – Anak harus benar-benar mendapatkan perlindungan dan pencegahan kekerasan, untuk mewujudkan generasi handal dan berkwalitas. Dalam upaya mewujudkan adanya proses sinergitas, koordinasi dan jejaring kerjasama antar lembaga, unit dan seluruh stakeholders terkait, dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak.
Hal ini terungkap, saat mengikuti kegiatan pengembangan komunikasi, informasi dan edukasi anak yang memerlukan perlindungan khusus, oleh Dinas PP dan PA Provinsi Sumatera Utara di aula Bappeda, Tapsel, Kamis (17/6).
“Tentunya, menjadi kewenangan Provinsi juga dalam bentuk pencegahan dan pendampingan serta pelaporan dari anak yang menjadi korban krkerasan,” sebut Hubban Hasibuan, Sekretaris Dinas PP dan PA Kabupaten Tapsel, yang bertindak sebagai moderator pada acara itu.
Adapun peserta dari kegiatan sehari itu, perwakilan Dinas PP dan PA Kabupaten Tapsel, Unit PPA Polres Tapsel, unsur Advokat, Pers, RSUD Sipirok, LPA, BKMT, PKK, Pemerhati Anak dan undangan lainnya.
“Seluruh peserta, tentu kita harapkan menjadi penyambung lidah, untuk terus mensosialisasikan materi yang didapatkan pada kegiatan ini kepada masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan yang digelar oleh Dinas PP dan PA Provinsi Sumatera Utara bekerjasama dengan Dinas PP dan PA Kabupaten Tapsel itu, di isi dengan sesi tanya jawab dan juga paparan materi dari beberapa
narasumber, seperti,
Rafidah dari PN Padangsidimpuan, DinasPPPA Tapsel dan PP dan PA Sumut.
“Melalui kegiatan ini, tentunya fiharapkan mampu meningkatkan KIE oleh semua elemen, kepada masyarakat, agar diperoleh hasil yang maksimal dalam rangka penjangkauan, pengelolaan kasus, penampungan sementara, mediasi dan pendampingan korban,” terang Hubban seraya menyebut seluruh peserta sangat antusias mengikuti acara dan berpartisipasi mengeluarkan pendapat serta solusi terkait perlindungan anak.
Suryadi salah seorang nara sumber dari Dinas PP dan PA Provinsi Sumut menyebut, pemerintah terus berupaya menekan angka kekerasan terhadap anak. Dalam upaya itu, salah satu langkah yang harus dilakukan adalah pencatatan secara akurat. Dari pencatatan itu, tentu dapat dilihat tingkat kwalitas koordinasi sehingga kedepan program pencegahan dan penanganan akan lebih berhasil. (ran)












