HUMBAHAS , GN- Sebanyak 18 anggota DPRD Tobasa (Toba Samosir) berkunjung ke Kabupaten Humbang Hasundutan sekaitan penyusunan Tata Tertib (Tatib) DPRD.
Kunjungan ke 18 anggota DPRD itu, dipimpin langsung Ketua DPRD Tobasa Boyke Pasaribu dan diterima Sekretaris DPRD Humbang Hasundutan Parlindungan Simamora, Jumat (23/11/2017) siang.
Boyke mengatakan, kunjungan yang dilakukan bersifat konsultasi sekaitan penyusunan tata tertib dewan. Utamanya, menyikapi terbitnya PP 12 tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota.
Di mana katanya, DPRD Humbang Hasundutan, sudah siap menyelesaikan tata tertib mengacu pada prosedur dan aturan baru. Sementara DPRD Tobasa, masih menggunakan tatib lama, yang kadung disepakati sebelum perubahan.
“Ini (kunjungan) masalah tatib sebenarnya. Apakah di sini masih memakai tatib lama atau baru. Dan ternyata, di sini (Humbang) tatibnya sudah yang baru. Simpel sih,” papar Boyke sembari mengakui, mereka sampai sebulan membahas KUA PPAS dengan tatib yang lama.
Secara kerjanya, aku Boyke, sebenarnya tatib baru lebih bagus. Karena dimatangkan pembahasan di KUA PPAS. “Kalau di KUA PPAS dibahas semua, hingga mengenai uang atau pagunya,” terangnya.
Nantinya, Sambung Boyke Pasaribu, hasil konsultasi dengan Sekwan, akan menjadi acuan mereka dalam merancang draft Tatib DPRD Tobasa tahun 2019.
Disinggung sekaitan sudah siapnya tatib baru milik DPRD Humbang Hasundutan, Boyke apresiasi kinerja Sekwan. “Iya, sudah pastilah, karena lebih cepat mereka merampungkan kerja dengan tatib yang baru,” ungkap Boyke sembari mengalihkan perhatianya ke arah Sekwan.
Selain mengapresiasi kecepatan penyusunan tatib dengan perubahan baru, Boyke juga mengakui anggaran pendapatan kabupaten Humbang Hasundutan lebih besar daripada Tobasa. Ia melihat, dari banyaknya lahan industri terbuka di Humbang Hasundutan.
“Di sini (Humbang) APBD-nya Rp1, 44 Triliun, sedangkan Tobasa masih Rp1,07. Ini karena PAD nya yang hampir 65 persen. Sedangkan Tobasa 58 persen mampu tercapai.
Itu dari pendapatan banyaknya industri,” katanya ketika disinggung sekaitan nilai anggaran Rancangan APBD tahun 2019. (gam)












