SIANTAR | MU -Teror koper berisi wayar yang dikira bom oleh warga, harus segera diungkap pihak Kepolisian. Sembari, Sekda Siantar Budi Utari, diharap tetap waspada.
Demikian disampaikan Pemerhati Kebijakan Kota, Zul List, Sabtu (10/11/2018) pagi. “Jangan dianggap ini sepele. Kepolisian harus cepat membongkar teror ini,” tutur Zul List.
Bukan bermaksud mendahului, Zul List menduga, koper yang diletakkan sengaja di depan rumah Sekda Siantar, memiliki maksud-maksud tertentu. Apalagi, waktunya hampir bersamaan saat Sekda menyatakan kesiapan mendukung Konser Judika Sihotang di Lapangan H Adam Malik Kota Siantar.
“Kita sih tidak berharap koper itu berkaitan dengan pernyataan Sekda Siantar yang siap pasang badan untuk menyukseskan konser Judika. Tapi ini seperti ada keterkaitannya. Mengingat, waktunya yang hampir bersamaan. Mungkin saja ada yang kecewa dengan pernyataan Sekda mendukung konser itu. Lalu, mengambil tindakan konyol untuk menciptakan teror,” sambung Zul List.
Sebelumnya dikabarkan, warga seputaran Jalan Sipirok Kelurahan Timbang Galung Kecamatan Siantar Barat, heboh dengan keberadaan koper di depan kediaman Sekda Siantar Budi Utari. Koper yang dikuwatirkan warga berisi bom, kemudian dibuka oleh pihak Kepolisian. Ternyata, isinya hanya wayar-wayar bekas.
Tak jelas siapa yang meletakkan koper itu. Namun warga menegaskan, koper mulai terlihat dan mulai menarik perhatian, Kamis (8/11/2018) sekira pukul 12.00 WIB. Atau tepatnya, sesaat sesudah Sekda mengeluarkan pernyataan, bahwa pihaknya mendukung penuh Konser Judika di Lapangan H Adam Malik Kota Siantar.
Kebijakan Sekda Siantar ini, jelas mengusik Perda Penggunaan Tanah Lapang. Di mana, Alun-alun kota itu hanya boleh dipergunakan untuk upacara kenegaraan dan kegiatan keagamaan.
Sekda Siantar Budi Utari ketika coba diminta tanggapannya, tidak berkenan memberikan jawaban. (Ung)












