Kwarda Sumut Putus Mata Rantai, Dikky: Nol Rupiah untuk Peserta, Siap Mendunia

oleh
Ketua Kwarda Sumatera Utara, Dikky Anugerah Panjaitan.

POSMETRO MEDAN – Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Sumatera Utara mengambil langkah kebijakan yang tegas: Jambore Daerah Sumatera Utara Ke XI yang akan dilaksanakan di Bumi Perkemahan Sibolangit harus kembali menjadi hak seluruh Penggalang, bukan kegiatan yang dibatasi oleh kemampuan finansial.

Ketua Kwarda Sumatera Utara, Dikky Anugerah Panjaitan, menegaskan bahwa pihaknya secara sadar memutus praktik pembebanan biaya yang selama ini kerap menjadi hambatan partisipasi.

“Kita ingin menghentikan paradigma bahwa kegiatan besar harus mahal. Jambore bukan ruang komersialisasi. Ini ruang pendidikan karakter. Negara dan organisasi harus hadir. Penggalang tidak boleh dibebani,” tegasnya.

BACA JUGA..  Blackout Listrik, Lailatul Badri Minta PLN Wajib Berikan Kompensasi

Menurutnya, kebijakan nol rupiah bagi peserta adalah bentuk keberpihakan nyata kepada keluarga Pramuka dan komitmen moral untuk memastikan keadilan akses dalam pendidikan nonformal.

Lebih jauh, Kwarda Sumut juga membawa agenda strategis yang lebih luas: menjadikan Jambore Daerah sebagai panggung diplomasi kepanduan. Sejumlah Konsulat Jenderal negara sahabat di Sumatera Utara akan diundang untuk berpartisipasi, membuka peluang hadirnya peserta luar negeri.

BACA JUGA..  Pansus PAD Desak Pemko Maksimalkan Pelayanan Kebersihan di Medan

Langkah ini mengirimkan pesan kuat bahwa Pramuka Sumatera Utara tidak ingin berjalan biasa-biasa saja, Kegiatan daerah bisa berkelas internasional, Pendidikan karakter harus inklusif, progresif, dan berdaya saing global.

Kebijakan ini sekaligus, kata Dikky menjadi kritik konstruktif terhadap pola lama yang menjadikan biaya sebagai variabel utama kegiatan. Kwarda Sumut memilih membangun kolaborasi lintas sektor, memperkuat kemitraan, dan mengoptimalkan sumber daya organisasi agar peserta tetap terlindungi dari beban finansial.

BACA JUGA..  Terkait Blackout Listrik Mati, Drs Godfried Lubis: Warga Berhak Dapat Kompensasi dari PLN

“Kalau kita serius membangun generasi, jangan mulai dengan membebani mereka. Kita mulai dengan membuka jalan,” tutur Dikky.

Dengan pendekatan ini, sebut Dikky, Jambore Daerah Sumatera Utara diproyeksikan bukan sekadar perkemahan tahunan, tetapi simbol keberanian mengambil kebijakan yang berpihak pada generasi muda.

“Jika ingin lebih keras lagi, saya bisa buatkan versi yang menekankan aspek keadilan sosial dan tanggung jawab negara dalam pendidikan karakter generasi muda,” tandasnya. (ril)

Editor: Ali Amrizal