POSMETRO MEDAN – Sebuah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan semak dan vegetasi di kawasan Girsang 2, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Rabu pagi.
Insiden diduga dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan, tepat di tengah cuaca yang mulai kering akibat anomali iklim El Nino.
Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Simalungun, Victor Purba, menyebut api pertama kali dilaporkan pukul 09.00 WIB. Petugas gabungan dari Damkar Pos Parapat, Babinsa, Brimob, Polsek Parapat, hingga perangkat kelurahan segera dikerahkan untuk mengamankan lokasi.
Arus lalu lintas sempat tersendat karena proses pemadaman berlangsung di bahu jalan.
Dua jam kemudian, pukul 11.00 WIB, api berhasil dijinakkan. “Syukurlah, tidak ada korban jiwa maupun kerugian material,” kata Victor.
Fenomena El Nino yang dijuluki ‘Godzilla El Nino’ diperkirakan memperpanjang musim kemarau di Indonesia.
Dampaknya, kelembapan tanah dan vegetasi menurun drastis sehingga lebih mudah terbakar.
Victor mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di kawasan hutan dan perbukitan yang rawan karhutla.
BPBD Simalungun menekankan kewaspadaan ekstra di kawasan wisata Parapat, yang memiliki risiko tinggi kebakaran hutan saat musim kemarau bersamaan dengan lonjakan kunjungan wisatawan.
“Sekali api muncul, dalam kondisi kering seperti sekarang, api bisa menyebar dengan cepat,” tegas Victor.
Editor : Oki Budiman












