Tragis! Pemuda Tapsel Tewas Digulung Ombak Pantai Barat

oleh
oleh
Tim gabungan dibantu warga mengevakuasi jasad korban.(ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN – Peristiwa tragis kembali terjadi di perairan Samudra Hindia, Pantai Barat Sumatera. Seorang pemuda asal Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam akibat digulung ombak besar.

Korban diketahui bernama Abdul Rohman Harahap (20), warga Desa Parsalakan, Kecamatan Angkola Barat.

Ia ditemukan pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB, sekitar dua kilometer dari lokasi awal dilaporkan tenggelam, tepatnya di kawasan Pantai Barat Desa Simarlelan, Kecamatan Muara Batang Toru, dekat muara Sungai Garoga.

BACA JUGA..  Penjambret ODGJ Dimassa

Peristiwa nahas itu bermula sehari sebelumnya, Senin (23/3/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, korban bersama rekannya, Asrihadi Risky (16), tengah berenang agak jauh dari bibir pantai.

Namun tanpa diduga, ombak besar tiba-tiba datang dan menyeret keduanya semakin jauh ke tengah laut.

“Gelombang besar datang saat mereka berenang, keduanya terseret dan panik,” ujar Komandan Koramil 01/Batang Toru Kodim 0212/Tapanuli Selatan, Kapten Inf. Sarkani Nasution.

BACA JUGA..  Insiden Dua Motor: Satu Manuver, Lima Korban

Warga yang menyaksikan kejadian tersebut langsung berupaya memberikan pertolongan. Berkat kesigapan masyarakat, Asrihadi berhasil diselamatkan. Namun nahas, Abdul Rohman hilang terseret arus dan tak sempat diselamatkan.

Upaya pencarian pun dilakukan oleh tim gabungan bersama warga setempat hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa keesokan harinya.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan bahaya gelombang di kawasan Pantai Barat Sumatera yang dikenal cukup ekstrem.

BACA JUGA..  Tempat Usaha Bengkel dan Panglong di Tembung Terbakar

Petugas TNI, Polri, serta masyarakat setempat mengimbau warga agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar pantai, terutama saat berenang.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak berenang terlalu jauh ke tengah, apalagi saat kondisi ombak tidak bersahabat,” tegas Sarkani.

Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus menjadi peringatan keras akan ganasnya ombak Samudra Hindia yang tak bisa dianggap remeh.(*)

EDITOR: Hiras Budiman