Iran Target Hancurkan Google Hingga Microsoft

oleh
oleh

POSMETRO MEDAN – Militer Iran dilaporkan mulai mengarahkan sasaran ke fasilitas milik perusahaan teknologi asal AS yang beroperasi di kawasan tersebut.

Media Al Jazeera melaporkan, Tasnim News Agency yang berafiliasi dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) telah mempublikasikan daftar kantor dan infrastruktur milik perusahaan Amerika yang disebut memiliki keterkaitan dengan Israel.

Fasilitas-fasilitas tersebut dinilai berpotensi menjadi target baru serangan Iran karena teknologinya dianggap digunakan untuk kepentingan militer.

BACA JUGA..  Saudi–UEA Kian Dekat ke AS-Israel, Iran Makin Tertekan

“Seiring dengan meluasnya cakupan perang regional menjadi perang infrastruktur, cakupan target sah Iran juga ikut meluas,” tulis Tasnim seperti dikutip Al Jazeera, Kamis (12/3/2026).

Dalam daftar itu tercantum sejumlah raksasa teknologi global, di antaranya Google, Microsoft, Palantir Technologies, IBM, Nvidia, dan Oracle Corporation.

Kantor maupun infrastruktur perusahaan tersebut tersebar di beberapa kota di Israel, serta sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

Beberapa perusahaan teknologi itu memang memiliki kehadiran besar di wilayah tersebut. Google menempatkan kantor regional Timur Tengah di Dubai, sementara Microsoft juga memiliki kantor regional utama di ibu kota Uni Emirat Arab itu. Selain itu, kedua perusahaan juga memiliki kantor operasional di Israel.

BACA JUGA..  Krisis BBM, Warga Jalan Kaki Pergi Kerja

Iran juga memperingatkan bahwa target serangan tidak hanya terbatas pada fasilitas teknologi. Pusat ekonomi dan sektor perbankan yang memiliki hubungan dengan entitas AS dan Israel juga berpotensi menjadi sasaran. Warga bahkan diminta menjauhi area bank setidaknya dalam radius satu kilometer.

Sebelumnya, fasilitas perusahaan teknologi memang sudah pernah terdampak serangan Iran. Beberapa hari lalu, pusat data milik Amazon di Uni Emirat Arab dilaporkan terkena serangan drone.

BACA JUGA..  Filipina Tetapkan Darurat Energi Nasional

Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan pada struktur bangunan serta gangguan pasokan listrik di pusat data. Kebakaran yang muncul akibat serangan juga harus dipadamkan, namun proses pemadaman menggunakan air justru menimbulkan kerusakan tambahan pada fasilitas tersebut. (bbs)